Menasehati dengan penuh kesabaran sebelum menindaki

Allah telah memerintahkan kita untuk MENASEHATI KELUARGA KITA dan BERSABAR dalam menasehati.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Dan PERINTAHKANLAH kepada keluargamu mendirikan shalat dan BERSABARLH kamu dalam mengerjakannya.

(Thaa-Haa: 132)

Demikian pula Rasuulullaah… beliau telah memerintahkan orang tua untuk mengingatkan anaknya untuk mendirikan shalat sejak umur 7 tahun. Dan jika telah berumur 10 tahun, maka dipukul (dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan bukan diwajah), jika tidak shalat. Berdasarkan hadits:

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkanlah anakmu shalat pada usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

[HR Abu Dawud dan selainnya, shahiih]

Pelajaran:

1. Sejak umur 7 sampai 10 tahun (yaitu selama tiga tahun), para orang tua diperintahkan untuk menyuruh anaknya agar shalat.

Berarti dalam sehari diingatkan 5 KALI…

Berarti dalam sebulan diingatkan 30 (hari) * 5 (kali) = 150 KALI…

Berarti dalam setahun diingatkan 150 * 12 = 1800 KALI…

Berarti dalam TIGA TAHUN diingatkan 1800 * 3 = 5400 KALI…

Lihatlah… Perintah MEMUKUL (itupun bukan dengan pukulan yang membahayakan atau pukulan pada wajah) BARU DATANG setelah 5400 KALI NASEHAT kepada anak…

–faidah dari ustadz Ahmad Zainuddin hafizhahullaahu ta’ala–

2. Pelajaran lain… Bukankah SHALAT salah satu PERKARA YANG PALING AGUNG DISISI ALLAAH?! Jika permasalahan SHALAT SAJA, baru dijatuhkan hukuman pukul kepada anak SETELAH PROSES TIGA TAHUN.. setelah PROSES 5400 KALI NASEHAT… Maka tentulah pada perkara SELAIN SHALAT, lebih patut kita BERSABAR dalam mengingatkan dan menasehati anak kita!! Apakah kita hendak menganggungkan perkara tersebut melebihi perkara shalat?!!

3. Sungguh Islaam melatih kita semua untuk BERSABAR DALAM MENASEHATI… dimulai dari orang-orang yang dibawah tanggung jawab kita, yaitu anak kita… yang kita diwajibkan untuk istiqamah, selalu mengingatkan shalat selama tiga tahun penuh… Akan tetapi Islaam pun memiliki ketegasan, didalam pengajaran… yang mana ketika ia telah berkembang daya pikirnya, maka ia dihukum dengan pukulan.. agar ia dapat mengagungkan perkara ini…

4. Maka kunasehatkan pada diriku dan orang lain… agar kita senantiasa berpedoman terhadap tuntunan syari’at… tidak berlebih-lebihan, tidak pula meremehkan…

Janganlah kita seperti “preman” dalam rumah, langsung pukul anak kita tanpa didahului proses nasehat dan kesabaran… terlebih lagi pukulan yang membahayakan dan menghinakan sang anak…

janganlah pula kita memanjakan sang anak… bahkan MENELANTARKANNYA… MEMBIARKANNYA dalam kesesatan… tanpa ada nasehat… tanpa ada ketegasan… akan tetapi hendaknya kita senantiasa menasehatinya… dan sabar dalam menasehati… dan memberikan ketegasan (dengan memperhatikan batasannya)… sekaligus KITA MENJADI CONTOH/PANUTAN yang baik baginya…

Sungguh agung doa nabi ibraahiim ‘alayhis salaam, sebagaimana firmanNya:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Rabbku, jadikanlah AKU dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.

(Ibrahim: 40)

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Adab, dakwah, Keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s