Bulan disisi Allaah

Allaah berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi….”

Apakah 12 bulan disisi Allaah itu bernama Januari, februari, maret, april, mei… dll?!

Selanjutnya, masih dalam ayat yang sama… Allaah berfirman:

مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“diantara (dari 12 bulan tersebut, ada) empat bulan haram…”

[at tawbah: 36]

Kalau yang Allaah maksud dari 12 bulan tersebut adalah januari, februari, maret, april, mei… dll; maka dimanakah dari bulan-bulan tersebut yang Allaah tetapkan sebagai bulan haram?!

Sesungguhnya Rasuulullaah bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci).

ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (aakhirah) dan Sya’ban.”

(HR. Bukhaariy, Muslim dan selainnya)

Allaah juga berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah TANDA-TANDA WAKTU bagi manusia dan (bagi ibadat) haji…”

(al Baqarah: 189)

Rasuulullaah bersabda:

جعل الله الأهلة مواقيت للناس ، فصوموا لرؤيته ، وأفطروا لرؤيته ، فإن غم عليكم فعدوا ثلاثين يوما

“Allaah menjadikan bulan sabit SEBAGAI PENENTU WAKTU bagi manusia… Maka berpuasalah kalian karena kalian telah melihatnya, dan berbukalah karena melihatnya juga… Jika cuaca mendung, maka genapkanlah 30 hari”

(HR abdurrazaaq, dishahiihkan syaikh al albaaniy dalam shahiihul jaami’)

Maka jelaslah bagi kita… bahwa bulan-bulan yang dimaksudkan adlaah Bulan hijriyyah… dari Muharram sampai dzulhijjah…

Bahkan dibawakan dalam beberapa tafsiir:

“Dengan bulan sabit itu… Mereka mengetahui ‘IDDAH ISTRI mereka, serta waktu menunaikan haji…”

Maka lihatlah… Para ahli tafsiir ketika menafsirkan ayat diatas menggolongkan “iddah istri” dalam penggunaan “bulan sabit” yang Allaah firmankan diatas…

Maka pemakaian bulan-bulan Allaah ini, BUKANLAH SEBATAS SEKUNDER semata… Yang mana kita hanya menggunakan hanya pada perkara ibadah saja… Tapi juga pada perkara MUAMALAH (kehidupan kita sehari-hari)…

Sungguh kebanyakan kita lebih tenang dan lebih mengutamakan untuk mengikuti bulan-bulan yang ditetapkan NASHARA… yang MENGGANTI bulan-bulan Allaah… Yang menamakan bulan-bulan dengan selain apa-apa yang dinamakan Allaah… Yang menetapkan bulan-bulan selain dari apa-apa yang ditetapkan Allaah… Yang ditetapkan mereka untuk kegiatan sehari-hari mereka…

Tidak dapat tidak… Seseorang hanya memiliki DUA KEMUNGKINAN:

– Bulan Allaah, yang ia jadikan sebagai PRIMER… dan bulan lain sebagai SEKUNDER…

– ataukah bulan orang-orang kaafir, yang ia jadikan sebagai PRIMER, dan bulan Allaah ia jadikan sebagai SEKUNDER…

Tidak dapat tidak… Jika ia ditanyakan “tanggal berapa ini?”, maka jawabannya HARUS SALAH SATU daripada dua jawaban berikut:

– Apakah itu “29 jumadil aakhirah 1434”
– Ataukah “10 mei 2013”

Tidak dapat tidak… Salah satunya HARUS IA DAHULUKAN, dan HARUS IA SEBUT LEBIH DULU daripada yang lain…

Maka manakah yang engkau jadikan sebagai PRIMER-mu… wahai MUSLIM… bulan-bulan , tanggal-tanggal, dan tahun-tahun yang ditetapkan ORANG-ORANG KAAFIR? Ataukah bulan-bulan yang telah Allaah tetapkan sejak dahulu?!

Berkata Syaikh Shaalih al Fawzaan:

Sesungguhnya para shahabat tidak menggunakannya (yaitu kalender/penanggalan masehi), padahal kalender masehi telah ada pada zaman tersebut.

Bahkan mereka berpaling darinya dan menggunakan kalender hijriyyah. Ini sebagai bukti bahwa kaum muslimin hendaknya melepaskan diri dari adat kebiasaan orang-orang kafir dan tidak MEMBEBEK kepada mereka.

Terlebih lagi kalender masehi merupakan SIMBOL AGAMA MEREKA… sebagai bentuk pengagungan atas kelahiran Al-Masîh dan perayaan atas kelahiran tersebut yang biasa dilakukan pada setiap penghujung tahun (masehi). Ini adalah bid’ah yang diada-adakan oleh Nashara (dalam agama mereka).

Maka kita tidak ikut andil dengan mereka dan tidak menganjurkan hal tersebut sama sekali. Apabila kita menggunakan kalender mereka, berarti kita menyerupai mereka (baca TASYABBUH[1. Baca: http://abuzuhriy.com/waspadailah-perbuatan-tasyabbuh/%5D)

Padahal kita -dan segala pujian bagi Allah semata- telah memiliki kalender hijriyyah yang telah ditetapkan oleh Amîrul Mu`minîn ‘Umar bin Al-Khaththâb bagi kita di hadapan para sahabat Muhajirin dan Anshar ketika itu. Maka ini sudah cukup bagi kita.

(Al-Muntaqâ min Fatâwa Al-Fauzân XVII / 5, fatwa no. 153; sumber penukilan: http://ulamasunnah.wordpress.com/2009/01/11/hukum-menggunakan-kalender-masehi/)%5B2. Simak lebih lengkapnya fatwa-fatwa ulama lain dalam hal ini pada artikel berikut:

Menjadikan kalender masehi sebagai RUJUKAN UTAMA?!“]

Maka semoga kita termasuk orang-orang yang mendahulukanNya, syari’atNya, dan segala penetapanNya… Bukan termasuk orang-orang yang mengikuti orang-orang yang dimurkaiNya… bahkan mendahulukan penetapan orang-orang yang dimurkaiNya daripada apa yang ia tetapkan!

Allaah berfirman:

ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Itulah (KETETAPAN) AGAMA yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan (haram) yang empat itu…

Dijelaskan: “pada bulan-bulan (haram) tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Maysir, tafsir surat At Taubah ayat 36; kutip dari rumaysho.com)

Juga dijelaskan: ”Allah mengkhususkan empat bulan (haram) tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arf, 207; kutip dari rumaysho.com)

Ingatlah… Besok (in Syaa-A LLaah) kita akan memasuki BULAN KETUJUH, dari bulan-bulan Allaah, yaitu bulan Rajab… Maka hendaknya kita mengagungkan bulan yang telah Allaah agungkan…

Semoga bermanfaat

1 Komentar

Filed under Muamalah

One response to “Bulan disisi Allaah

  1. betul sekali ulasannya pas dan mudah dimengerti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s