Allah itu Maha Mengetahui, Maha Mendengar, lagi Maha Mengabulkan segala permintaan hambaNya

Ketahuilah wahai hamba-hamba Allaah! Allaah itu Maha Mengetahui, Maha Mendengar, lagi Maha Mengabulkan segala permintaan hambaNya!

– Bahkan sebelum hambaNya mengungkapkan permintaannya kepada Allaah, Allaah mengetahui segala keinginan yang ada DALAM HATI hambaNya…

– Ketahuilah… Allaah mengetahui dan mendengar permintaan hambaNya, meskipun permintaan tersbut secara berbisik-bisik

– Ketahuilah… Jika satu milyar hambaNya, memohonkan permintaan kepadaNya dalam waktu yang bersamaan… Maka ia MENGETAHUI masing-masing permintaan hamba hambaNya tersebut…

– Dalam hal pengabulan permohonan pun… Hanya ALLAAH-lah MAHA MAMPU untuk mengabulkan permohonan tersebut… Tidak ada yang tidak dimampui Allaah…

Lihatlah… Allaah Maha Mampu untuk memberikan seorang anak kepada Nabi Ibraahiim (yaitu ishaaq), padahal beliau dan istri beliau pada saat itu sudah sangat tua

Bahkan Lihatlah… Allaah Maha Mampu memberikan keturunan kepada nabi zakariya ‘alayhis salaam, padahal beliau seorang yang sudah sangat tua dan istrinya seorang yang mandul…

Lihatlah… Allaah Yang Maha Mampu mengeluarkan Nabi Yunus didalam perut ikan!! Siapa yang bisa menyangka seorang bisa selamat, padahal ia telah ditelan ikan?!

Bahkan lihatlah… Allaah Yang Maha Mampu menjadikan api yang panas itu menjadi dingin dan tidak membakar… Ketika kaumnya nabi ibraahiim membuat makar terhadapnya!!

Maka apa yang tidak disanggupi oleh Allaah?! Jika dalam perkara YANG LUAR BIASA, Allaah mampu untuk memperkenankannya… Maka pada perkara selain itu, Allaah MAHA MAMPU untuk memperkenankannya!

BERBEDA DENGAN MAKHLUQ-NYA…

– Makhluq (yaitu manusia), HANYALAH MAMPU mengetahui dan mendengar apa yang disampaikan dihadapan mereka.

– Manusia HANYA MAMPU meladeni SATU dari sekian banyak permintaan yang dimintakan kepadanya dalam waktu yang bersamaan…

– Dari satu permintaan yang ia mampu ladeni, ketahui, dan dengarkan tersebut… ia HANYA MAMPU memperkenankan permintaan yang ia sanggupi saja… Adapun permintaan yang tidak mampu ia sanggupi TIDAK AKAN MAMPU ia perkenankan… Contoh: manusia TIDAK MAMPU untuk mengangkat mudharat (banjir, badai, dll), mereka pun TIDAK MAMPU untuk memberi manfa’at (menurunkan hujan, meluaskan rezeki, memudahkan jodoh, dll)

– Manusia TIDAKLAH MAMPU untuk mengetahui dan mendengar suara berbisik yang disampaikan dari jarak 50 meter, meski orang tersebut berasa dihadapannya tanpa dihalangi tembok, tanpa alat komunikasi…

– Manusia pun TIDAK MAMPU untuk mengetahui dan mendengar suara orang lain, jika terbentang jarak antara keduanya tanpa menggunakan alat komunikasi…

– Jika SECARA LANGSUNG saja… Makhluq TIDAK MAMPU mengetahui dan mendengar dua atau lebih permintaan yang diajukan kepadanya pada waktu yang bersamaan…

Maka lebih-lebih lagi, jika ia tidak sedang berada di tempat yang bersamaan… Jangankan dua, pada satu permintaan pun ia TIDAK AKAN MUNGKIN dan TIDAK MEMILIKI KEKUATAN untuk mengetahui dan mendengar permintaan orang lain, kecuali dengan bantuan alat komunikasi…

– Nah, bagaimana lagi jika manusia tersebut TELAH WAFAT!!

Tentulah ia LEBIH LEBIH LAGI tidak mampu untuk mengetahui dan mendengar permintaan orang-orang kepadanya!

Semasa hidupnya saja… Ia hanya mampu merespon apa yang ada dihadapannya…

Semasa hidupnya saja… Ia hanya mampu meladeni pada satu permintaan (dari sekian banyak permintaan yg dimintakan kepadanya, secara bersamaan)…

Semasa hidupnya saja… TIDAK SETIAP permohonan yang dimintakan kepadanya, ia mampu memperkenankan…

MAKA bagaimana kita bisa menetapkan, SETELAH WAFATnya dia:

– Mampu untuk mengetahui dan mendengar setiap permintaan yang diajukan kepadanya (bahkan jika ada dua atau lebih permintaan secara bersamaan kepadanya)?!

– Mampu untuk memperkenankan apa yang dimintakan kepadanya, dari seluruh permintaan tersebut?! (apalagi jika sampai memintakan kepadanya sesuatu yang hanya mampu diperkenankan oleh Allaah?!)

Maka apakah kita hendak menyamakannya dengan Allaah?!

Tidakkah para penyeru wali fulaan, syaikh fulaan, dll memperhatikan hal ini?!

Maka serulah Allaah saja… Dan tinggalkan seruan-seruan kepada selainNya!

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Tauhid Asma' Wa Sifat, Tauhid Uluhiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s