Allah itu Maha Penyayang diantara semua para penyayang

Pernah suatu ketika seorang pria mendatangi nabi bersama anaknya. Anak itu mendekapkan dirinya padanya.

Kemdian Rasuulullaah bertanya pada pria tersebut

أَتَرْحَمُهُ ؟

Apa kau menyayanginya?

Dia menjawab: “Ya”

Rasuulullaah bersabda

فَاللَّهُ أَرْحَمُ بِكَ مِنْكَ بِهِ ، وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Maka Allaah terhadapmu LEBIH BESAR KASIH SAYANG-Nya daripada kasih sayagmu terhadap anakmu; dan sesungguhnya Dia (Dzat) yang Maha Penyayang diantara semua penyayang..

(Shahiih; diriwayatkan al Bukhaariy dalam al adaabul mufrad)

Ingatlah… Meskipun engkau mengalami penyakit yang berkepanjangan… Tidaklah itu mengurangi kasih sayang Allaah terhadapmu…

Sungguh Nabi Ayyub berkata dalam sakitnya:

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit… dan Engkau adalah Dzat Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”

(Al Anbiyaa: 83)

Dan semoga Allaah mengampuni dan merahmati ayahku… Sesungguhnya ketika beliau sakit (yang menyebabkan beliau wafat), dzikir diatas adalah salah satu dzikir yang beliau baca…

Maka janganlah beratnya kehidupan yang kita jalani, beratnya sakit yang kita derita, menjadikan kita su’uzhann kepadaNya…

Dan bagaimana kita hendak su’uzhann kepadaNya? sedangkan kita telah mendengarkan hadits berikut?!

Berkata ‘umar ibnul khaththaab radhiyallaahu ‘anhu:

قَدِمَ عَلَى النَّبِيِّ سَبِيٌّ، فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَبِيِّ تَحْلُبُ ثَدْيُهَا تَسْقَى

Datang para tawanan di hadapan Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Ternyata di antara para tawanan ada seorang wanita yang buah dadanya penuh dengan air susu.

إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَبِيِّ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ

Setiap dia dapati anak kecil di antara tawanan, diambilnya, didekap di perutnya dan disusuinya.

فَقَالَ النَّبِيُّ أَتَرَوْنَ هَذِهِ طَارِحَةٌ وَلَدَهَا فِي النَّارِ؟

Maka Nabi bertanya, “Apakah kalian menganggap wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api?”

قُلْنَا: لاَ، وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحُهُ

Kami pun menjawab, “Tidak. Sementara dia kuasa untuk tidak melemparkan anaknya ke dalam api.”

فَقَالَ: لَلهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Nabi bersabda, “Sungguh Allah LEBIH PENYAYANG terhadap hamba-Nya daripada wanita ini terhadap anaknya.”

(Shahiih, HR. al-Bukhari no. 5999)

Maka ketahuilah… Adanya ujian yang datang kepada kita… BUKAN BERARTI karena kurangnya rasa sayang Allaah kepada kita…

Bahkan ketahuilah… Telah berlalu sebelum kita ORANG-ORANG YANG DICINTAI-NYA mengalami ujianNya… tapi apakah ujian tersebut BERMAKNA bahwa dia tidak mencintai dan tidak menyayangi mereka?!

Sungguh telah Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam ditanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً

Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?

قَالَ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian YANG SEPERTINYA, kemudian yang sepertinya, sungguh seseorang itu diuji berdasarkan agamanya, bila agamanya kuat, ujiannya pun berat, sebaliknya bila agamanya lemah, ia diuji berdasarkan agamanya, ujian tidak akan berhenti menimpa seorang hamba hingga ia berjalan dimuka bumi dengan TIDAK MEMPUNYAI KESALAHAN…”

(HR. Ahmad, ibn maajah, tirmidziy; berkata at Tirmidziy, hadits ini hasan shahiih)

Ingatlah! ketika SEORANG MUSLIM sakit… Maka ia ingat, bahwa JIKA IA BERSABAR [1. Simak: “Bersabarlah terhadap taqdir Allaah, wahai saudaraku!“], maka ia akan dijanjikan BANYAK KEUTAAMAAN… Maka ia pun BERSABAR, dan mengharapkan agar ia termasuk orang yang mendapatkan keutamaan tersebut…

Allaah berfirman:

إِن تَكُونُواْ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمونَ وَتَرْجُونَ مِنَ الله مَا لاَ يَرْجُونَ

“Apabila kalian (wahai kaum muslimiin) merasakan sakit… maka sesungguhnya mereka (orang kafir) juga merasakan sakit… sementara kalian mengharapkan dari Allaah, apa yang tidak mereka harapkan”

(QS An-Nisa’ 104)

Diantara banyak keutamaan sabar, maka ketahuilah ada dua keutamaan besar dari sabar dari musibah yang menimpa:

1. Musibah, BILA DIHADAPI dengan KESABARAN, maka AKAN MENGHAPUSKAN DOSA…

Rasuulullaah bersabda

مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ يَنْزِلُ بِالْمُؤْمِنِ وَ الْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّي يَلْقَي الله وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيْئَةٍ

Tidaklah musibah terus menimpa terhadap seorang MUKMIN laki-laki dan MUKMIN perempuan pada DIRINYA, ANAKNYA dan HARTA BENDANYA hingga nanti bertemu Allah tidak tersisa kesalahan sama sekali.

(HR Ahmad, Tirmidziy dan selainnya; shahiih)

مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

“Tidaklah suatu musibah menimpa seorang MUSLIM kecuali Allah akan hapuskan (dosanya) karena musibahnya tersebut, sampai pun duri yang menusuknya.”

(HR. Al-Bukhariy dan Muslim dari ‘A`isyah)

Beliau juga bersabda:

مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang MUSLIM ditimpa keletihan/kelelahan, sakit, sedih, duka, gangguan ataupun gundah gulana sampai pun duri yang menusuknya kecuali Allah akan hapuskan dengannya kesalahan-kesalahannya.”

(HR. Al-Bukhariy dari Abu Sa’id Al-Khudriy dan Abu Hurairah)

Lihatlah pada hadits-hadits diatas… Rasuulullaah MENGAITKAN keutamaan tersebut pada diri seorang MUSLIM/MUKMIN…

Mengapa HANYA pada seorang MUSLIM:MUKMIN?

Karena SIKAP orang MUSLIM/MUKMIN dalam menghadapi musibah tidak seperti sifat orang kaafir

Rasuulullaah bersabda tentang orang-orang mukmin:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ عجب. مَا يَقْضِي اللهُ لَهُ مِنْ قَضَاءٍ إِلاَ كَانَ خَيْرًا لَهُ, إِِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang MUKMIN. Segala perkara yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila kebaikan dialaminya, maka ia BERSYUKUR, dan hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila keburukan menimpanya, dia BERSABAR dan hal itu merupakan kebaikan baginya.”

[HR. Muslim]

Adapun orang-orang kaafir, dan KEBANYAKAN MANUSIA, maka Allaah berfirman:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا . إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا . وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا . إِلَّا الْمُصَلِّينَ

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah (yaitu TIDAK SABAR), dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (yaitu TIDAK MAU BERSYUKUR)… kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat (yaitu orang-orang yang BERIMAN)…

[al Ma’aarij: 19-22]

Maka jika kita ingin mendapatkan keutamaan-keutamaan ketika musibah menimpa, hendaknya kita bersikap selayaknya muslim/mukmin bersikap; yaitu dengan BERSABAR ketika musibah menimpa.

Beliau juga bersabda

إِذَا ابْتَلَى اللَّهُ الْعَبْدَ المسلم بِبَلاءٍ فِي جَسَدِهِ ، قَالَ لِلْمَلَكِ :

Apabila Allah menguji hambaNya YANG MUSLIM dengan suatu cobaan (penyakit/luka/dsb) pada tubuhnya, maka Allah berkata kepada malaikatNya:

اكْتُبْ لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُ

Tulislah kepadanya amal shalih dari apa yang dilakukan (hambaKu ini)

—-Dalam riwayat Abu Nu’aym—-

(إذا اشتكى العبد المسلم قال الله تعالى للذين يكتبون

Jika seorang hamba Allah YANG MUSLIM tertimpa suatu penyakit, maka Allah akan berkata kepada malaikat yang bertugas menulis amal perbuatan:

اكتبوا له أفضل ما كان يعمل إذا كان طلقا حتى أطلقه

Tulislah kepadanya amal perbuatan yang terbaik dari apa yang (dilakukan hambaKu ini); jika ia SENANG (dalam menghadapi cobaan penyakit tersebut) hingga Aku menyembuhkan penyakitnya.

—-(HR Abu Nu’aym dalam al hilyah dengan sanad yang shahiih)—-

؛ فَإِنْ شَفَاهُ غَسَّلَهُ وَطَهَّرَهُ

Maka jika Allah menyembuhkannya, maka dia akan membersihkan serta menyucikannya (dari penyakitnya dan juga dari dosa-dosanya disebabkan kesabaran hambaNya tersebut, az)

وَإِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَرَحِمَهُ

Dan jika Allah mewafatkannya, maka Allah mengampuninya dan merahmatinya

(HR Ahmad; dengan sanad yang hasan)

2. Ingatlah… Bukan hanya ampunan dan rahmat saja yang kita raih, JIKA KITA BERSABAR… Disana pula dijanjika. PAHALA YANG TANPA BATAS…

Alloh berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“HANYA KEPADA orang-orang yang BERSABAR-lah, yang akan disempurnakan pahalanya tanpa batas”.

(QS Az-Zumar 10)

Maka adakah dengan DUA KEUTAMAAN INI SAJA (dan sesungguhnya masih banyak keutamaan-keutamaan lain)… Kita masih berpikir bahwa dengan cobaan yang Allaah berikan kepada kita, menandakan bahwa ia tidak menyayangi kita?! Sungguh ini anggapan yang sangat buruk![3. Justru inilah keyakinan kaum kuffaar dan munaafiqiin

Allaah berfirman:

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ . وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ . كَلَّا

(yang artinya), “Adapun manusia, apabila Rabbnya menimpakan ujian kepadanya dengan memuliakan dan mencurahkan nikmat kepadanya maka dia mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakanku’. Dan apabila Dia mengujinya dengan membatasi rezkinya niscaya dia akan mengatakan, ‘Rabbku telah menghinakanku’. Sekali-kali bukan demikian…”
(QS. al-Fajr : 15-17)]

Semoga kita termasuk orang-orang yang menyikapi musibah, selayaknya seorang MUSLIM dalam menyikapinya…

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Tauhid Asma' Wa Sifat, Tauhid Uluhiyyah, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s