Fitnah ketika beramal shalih

Jangan sampai seorang yang sedang merencanakan atau yang sedang melaksanakan atau bahkan yang telah melaksanakan amalan shaalih, merasa selamat dari ‘fitnah’….

Fitnah apa itu? “Pujian”, “Popularitas”, “Kekuasaan”, “Harta”, “Wanita”, dll.

Tapi ketahuilah itu tidak hanya sebatas “banyaknya pujian” (klo bahasa facebooknya banyak like/share/comment pujian)… Bukankah seseorang TERMASUK TERFITNAH, jika ia merasa kecewa hanya sedikit atau tidak mendapatkan sama sekali like/share/comment-pujian terhadap postingan statusnya ?!

Maka ketahuilah… Orang yang terfitnah adalah orang yang ketika ia menuliskan postingan facebook, maka yang ada dalam lubuk hatinya adalah mencari perhatian makhluq:

– Agar kiranya dengan postingan “nasehat” tersebut, dirinya populer shingga postigannya dishare dan dia dikenal lebih banyak orang…

– Agar kiranya dengan postingan “nasehat” tersebut, dirinya dipuji dalam bentuk jempol ataupun komentar…

Setelah dipostingkan postingannya (baik itu posting fb, twit, atau blog)… maka segeralah ia harap-harap cemas terhadap like facebookers, komentar yang bagus dari makhluq, disertai share yang banyak; atau dengan harapan ia di re-tweet, atau dengan harapan ia dapat di mention, sehingga dengannya ia mengharap popularitas dan pujian manusia…

Termasuk juga terfitnah; jika pada awalnya ia tidak mengharapkan share/like/comment… AKAN TETAPI ketika datang banyak like, comment pujian, atau share… Maka berubahlah niatnya… Ia tertipu dengan like, comment pujian, atau share tersebut; hingga ia menginginkan lebih dan lebih banyak lagi like dan comment… Maka rusaklah niat awalnya yang tidak menginginkan like/comment baik dari postingannya, hingga akhirnya like/comment menjadi sesuatu yang ia harapkan dari amalannya tersebut…

Termasuk juga terfitnah; jika pada awalnya ia tidak mengharapkan share/like/comment… AKAN TETAPI ketika datang banyak like, comment pujian, atau share… Maka UJUB-lah dirinya… “Aku sangatlah pandai dalam merangkai kata-kata”, “aku sangatlah mampu menyihir manusia, sehingga terkagum padaku”, “melaluikulah banyak yang mendapatkan ilmu”, “melaluikulah manhaj yang haq inj tersebar”, “akulah yang mereka nanti-nantikan”, dll

Maka inilah yang sebenarnya yang lebih kita khawatirkan…

Maka jika seseorang terselamatkan DALAM SATU AMALAN SAJA, dari dua hal ini (riyaa/sum’ah, dan ujub), maka dialah yang telah benar-benar mengaplikasikan firmanNya:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

“Hanya Engkau-lah kami menyembah”

hanya kepada engkaulah kami mengharapkan balasan dari amalan akhirat kami… Bukan kepada makhluqMu; dan tidak pantas makhluqMu menyertaimu dalam hal membalas amalan aakhirat kami… Sebagaimana engkau satu-satunya Pencipta alam semesta, serta satu-satunya sesembahan (yg haq); maka engkaulah satu-satunya yang akan memberi balasan kepada amalan akhirat kami, kelak di hari perhitungan, bukan makhluqMu…

“Hanya kepada engkaulah kami memohon pertolongan”

Amalan-amalan aakhirat kami ini, sehebat dan sebanyak apapun, tidaklah akan terwujud tanpa kehendak dan pertolonganMu… Sekiranya diriMu tidak menghendaki, niscaya kami tidak mampu mengaplikasikan kehendak kami… Sekiranya diriMu tidak menolong kami, niscaya kami tidak akan mampu mewujudkan amalan kami… Kami sangat faqiir dan butuh kepadaMu, sedangkan engkau Maha Kuat, Maha Kaya, yang mana segala sesuatu hanyalah bergantung kepadaMu…

Dan terhadap postingan ini pun… Aku harus berjuang dengan sebenar-benar perjuangan, serta teruus berjuang untuk menetapkan dalam hatiku bahwa aku hanyalah mengharapkan balasanMu dalam amalan akhiratku ini…

Dan aku harus berjuang dengan sebenar-benar perjuangan, serta teruus berjuang untuk menetapkan dalam hatiku bahwa aku tidaklah mampu untuk melakukan apa yang aku lakukan sekarang, melainkan dengan pertolonganMu…

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Semoga benar-benar dikatakan dengan kejujuran… Dan engkaulah yang lebih tahu daripada siapapun… Dan engkaulah yang Maha Mengetahui isi hati…

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قلوبنا عَلَى دِينِكَ

Yaa muqallibal quluub tsabbit quluubanaa ‘ala diinik

“Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.”

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubana ‘ala tho’atik.”

Ya Allah Yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu

اللهم إنا نعوذ أن نشرك بك شيئا نعلمه و نستغفرك لما لا نعلمه

Allahuma innaa na‘uudzu bika an nusyrika bika syay-an na’lamu wa nastaghfiruka limaa laa na’ lamuh

“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepadaMu dari (menyekutukanMu dengan sesuatu) yang kami tidak ketahui”

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Tauhid Uluhiyyah, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s