Mengapa takut dapat anak, atau takut menambah anak, bahkan tega membunuh anakmu sendiri!?

Allaah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ . نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ . إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. KAMI-lah yang akan MEMBERI REZEKI KEPADA MEREKA dan juga KEPADAMU. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.

(Al-Israa: 31)

Ia mengira harta itu ditangannya… Ia menilai kehidupan mendatang dengan kehidupannya saat ini…

(Ia mengira harta itu ditangannya), padahal dia tahu kalau harta itu di Tangan Allaah.

(Ia menilai kehidupan mendantang dengan kehidupan saat ini), padahal yang menjadi tanggung jawab atasnya adalah kehidupan saat ini… Adapun besok, adakah dirinya menjamin dirinya MASIH HIDUP?! Mengapa dia begitu khawatir, bahkan berputus asa! Sedangkan dia tahu dia MAMPU BERUSAHA (dengan pertolongan Allaah), dan engkau tahu bahwa Allaah sebaik-baik pemberi rezeki, yang dia Maha Adil lagi Maha Bijaksana!

Ini untuk BESOK… maka bagaimana lagi jika sampai mikir “10 tahun, 20 tahun, 30 tahun” ?!!! seakan-akan dia PASTI akan hidup pada waktu tersebut… seakan-akan dirinya tidak akan diberi apapun oleh Allaah pada waktu tersebut, seandainya ia masih hidup dikala itu!?

Belum juga punya anak… tapi SUDAH BERPIKIR: “bagaimana anakku bisa makan? bagaimana dengan pakaiannya? bagaimanakah dengan SEKOLAHNYA”

Mengapa ia STRESS dengan kehidupan YANG BELUM TENTU ia dapati!?

Seakan-akan dialah yang memberi rezeki, seakan-akan dia yang mengatur rezeki…

Padahal dia tahu dan sadar, bahwa Allaah-lah yang memberi rezeki… Padahal dia tahu dan sadar, Allaahlah yang mengatur rezeki…

Seakan-akan DENGAN SEBAB USAHANYA saja (secara mutlak), ia mendapatkan rezeki… Seakan-akan dirinyalah yang memberinya makan… Seakan-akan dirinyalah yang memberi orang lain makan…

[Seakan-akan DENGAN SEBAB USAHANYA saja (secara mutlak), ia mendapatkan rezeki], padahal sekeras apapun usaha seseorang, dari pagi sampai malam, tetap saja ia hanya mendapatkan rezeki yang ditaqdirkan untuknya… Dan ingat, usaha HANYALAH SEBAB kita diberikan rezeki… Adapun rezeki, itu urusan Allaah!

[Seakan-akan dirinyalah yang memberinya makan… Seakan-akan dirinyalah yang memberi orang lain makan…] Padahal Allaah-lah yang memberinya makan, padahal Allaah-lah yang memberi istri dan anak-anaknya makan…

Jika engkau tidak bercukupan saat ini, apakah memastikan engkau tidak berkecukupan pula di masa mendatang (yang mana kehidupan itu pun bisa saja engkau tidak mencapainya)?!

Jangankan untuk menafkahi… Untuk HIDUP pada HARI ESOK (apalagi 10, 20, 30 tahun mendatang) KITA TIDAK TAHU… Maka mengapa kita terbebani dengan sesuatu yang BELUM TERJADI? Mengapa kita terbebani dengan sesuatu yang BELUM MENJADI TANGGUNG JAWAB bagi kita?

Oleh karenanya, berusahalah untuk dapat mencukupi dirimu dan keluargamu hari ini… Dan kita pun bertawakkal kepadaNya atas USAHA kita HARI INI dan untuk masa mendatang…

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Keluarga, Tauhid Asma' Wa Sifat, Tauhid Rububiyyah, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s