Jangan terburu-buru dalam memvonis orang

Berkata salah seorang salafush shaalih:

“Barangsiapa yang keutamaannya lebih banyak dari kekurangannya, maka kekurangannya itu akan tertutup oleh keutamaannya. Sebaliknya, orang yang kekurangannya mendominasi, maka keutamaannya pun akan tertutupi oleh kesalahannya itu”

Para ulama juga menyebutkan:

“Barangsiapa yang SEDIKIT SALAHnya dan BANYAK BENARnya maka dia adalah seorang ‘AALIM. Dan barangsiapa yang LEBIH BANYAK SALAHNYA DARIPADA BENARNYA maka dia adalah orang yang JAAHIL (bodoh)”

[Jami’ Bayan Fadhli Al-Ilmi karya Ibnu Abdil Barr (II/48); kutip dari almanhaj]

Maka JANGANLAH TERBURU-BURU akhi…

Meskipun kita melihat dalam diri seseorang, ada padanya SATU atau BEBERAPA kekeliruan atau bahkan kesesatan… Maka jangan langsung disematkan dulu padanya “adh dhall”, “faasiq”, “mubtadi”, dll.

Apakah kita SUDAH MENGENAL orang tersebut (dalam keseluruhan aspek) :

– sehingga KITA MENGETAHUI bahwa orang tersebut salahnya lebih banyak dan mendominasinya daripada benarnya?

– sehingga kita mengetahui keburukannya lebih mendominasi daripada kebaikannya?

– sehingga kita mengetahui bahwa kerusakannya lebih mendominasi daripada perbaikannya?

Jika TIDAK MENGETAHUI… Maka JANGAN TERBURU-BURU…

Takutlah akan sabda Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam:

لَا يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالْفُسُوقِ وَلَا يَرْمِيهِ بِالْكُفْرِ إِلَّا ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ

“Tidaklah seseorang MELEMPAR TUDUHAN kepada orang lain dengan KEFASIQAN, dan tidak pula MENUDUH dengan KEKUFURAN… melainkan (tuduhan itu) akan kembali kepadanya, jika orang yang ia tuduhkan tidak seperti itu.”

(HR. Bukhariy)

Dan INGAT… akhlaq (buruk) WANITA (yang menyebabkan kebanyakan mereka masuk neraka) adalah:

“Andaikata seorang suami berbuat KEBAIKAN SEPANJANG MASA, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan: ‘aku tidak melihat kebaikan sedikitpun darimu’…”

(sebagaimana diriwayatkan dalam shahiih al bukhaariy)

Na’uudzubillaah

Simak juga: “http://abuzuhriy.com/larangan-sembarangan-memvonis-seseorang-tertentu-dengan-vonis-kafir-atau-ahlul-bidah/

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Adab, Akhlak, Ukhuwwah Islamiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s