Bersegera kepada keburukan, tapi menunda-nunda berbuat kebaikan

Kita ini terbalik… adapun keburukan, maka kita bersegera kepadanya… adapun kebaikan, maka kita sering berkata: “nanti”…

Kita TAHU maut itu datang secara tiba-tiba… bagaimanakah jadinya bila maut mendatangi, dan ketika itu, kita sedang bersegera menunaikan keburukan (atau bahkan SEDANG menunaikan keburukan)?!

Kita TAHU maut itu datang secara tiba-tiba… bagaimanakah jadinya bila maut mendatangi, dan kita TETAP DIDALAM KUBANGAN KEBURUKAN… karena TERUS MENUNDA-NUNDA berbuat baik… terus menunda-nunda taubat, keimanan yang benar/lurus, serta amalan shaalih!?

1. Maka terhadap niat berbuat keburukan… upayakan agar niat tersebut hilang… kalau telah terbentuk niat, maka upayakanlah untuk menahan diri… sehingga semoga tidak jadi terjadi… (bukannya malah bersegera)

2. Maka terhadap niat berbuat kebaikan… upayakan agar niat tersebut terlaksana… jika niat tersebut kurang/lemah, maka kuatkanlah… jika niat tersebut kuat, maka SEGERALAH LAKSANAKAN… (bukannya malah menunda-nunda)

3. Dan terhadap amalan kebaikan, yang sedang/telah kita laksanakan… maka PERTAHANKANLAH… serta senantiasa perbaharui semangat… (bukan malah menghentikannya, atau membiarkan semangatnya mengendur, sehingga terhenti; atau bahkan sampai hilang dari kita)

4. Dan terhadap amalan keburukan, yang sedang/telah kita laksanakan… maka TINGGALKANLAH (dan bertaubatlah)… (bukannya malah terus-menerus dalam keburukan dan tidak meninggalkannya, padahal dalam hatinya SUDAH ADA keinginan untuk berubah… [serupa dengan no. 2])

(Ingat) Ramadahan akan menyongsong…

Lihatlah tahun-tahun yang telah berlalu… kita lalui ramadhan, semangat ibadah padanya, tapi apa yang terjadi setelahnya??? seakan-akan apa yang ada dalam diri kita pada bulan tersebut, tiada berbekas, pada bulan-bulan setelahnya…

Tidakkah kita ingin ramadhan kali ini lebih baik dari ramadhan-ramadhan sebelumnya?

Tidakkah kita ingin ramadhan kali ini membekas dalam diri kita, kepada bulan-bulan selanjutnya; tidak seperti sebelum-sebelumnya?

Jika kita ingin:

– Maka bagaimana keinginan itu dapat terwujud… jika kita TIDAK BERUSAHA untuk mewujudkan keinginan tersebut?

– Dan bagiamana keinginan itu dapat terwujud… jika kita TIDAK MULAI – BERUBAH… DARI SEKARANG?! (dan kalau bukan sekarang… kapan lagi?!)

Kita tidak tahu, apakah kita akan menjumpai ramadhan yang mulia itu atau tidak… kalau kita mulai berbenah diri DARI SEKARANG… dan BENAR-BENAR MENIATKAN yang terbaik, sehingga semoga ketika di bulan ramadhan kita harapkan akan kita lalui dengan keimanan dan amalan shaalih… dan setelah berlalunya, akan membekas keimanan dan amalan shalih tersebut…….. maka sungguh, ALLAAH MAHA TAHU akan niat kita tersebut! sekalipun kita tidak sempat mencicipi manisnya ramadhan tahun ini.. maka niat kita YANG JUJUR dan BENAR (karena telah ada upaya yang NYATA untuk menempuh kepadanya) akan menyampaikan kita kepadanya…

(tidak perlu merasa disinggung, atau merasa digurui… karena penulis sedang berbicara dengan dirinya… yang semoga diambil manfaat oleh yang lain)

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s