Faidah Sabar

1. Biasanya orang yang mampu sabar dalam menegakkan ketaatan, akan mampu bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan.

Karena menegakkan ketaatan itu terdapat UPAYA untuk MENGUSAHAKAN untuk MENG-‘ADA’-KAN suatu perbuatan yang mungkin belum pernah dilakukan… adalah sesuatu yang BERAT…

Dan jika seseorang MAMPU BERSUSAH PAYAH untuk melakukan sesuatu yang dengannya diraih ridha Allaah, maka tentulah MENINGGALKAN sesuatu yang dikerjakannya “jauh lebih mudah” baginya daripada yang sebelumnya.

Allaah berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

…dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar..

(al Ankabut: 45)

Faidah: “Shalat YANG BENAR, akan menahan seseorang dari kemungkaran dan kekejian”

Pernah dilaporkan kepada Rasuulullaah ada seorang yang shalat di malam harinya, tapi di pagi harinya ia mencuri… Rasuulullaah bersabda:

إنَّهُ سيَنهاهُ ما يقولُ

Sesungguhnya (shalat)nya akan menghalanginya (dari) apa-apa yang kalian (katatakan tentangnya)

[HR Ahmad, dan selainnya; dishahiihkan al albaaniy dan al wadi’iy]

Faidah: “Mungkin sekarang ini, shalatnya tersebut tidaklah (baca: belum) memiliki efek dalam dirinya, tapi jika ia senantiasa menjaga shalatnya, maka kelak shalatnya DIHARAPKAN akan memberikan efek baginya, sehingga dapat menghalanginya dari melakukan perbuatan maksiatnya tersebut.”

2. Dan biasanya, seorang yang MAMPU BERSABAR untuk senantiasa melakukan ketaatan dan meninggalkan maksiat… akan mampu bersabar ketika menghadapi ujian/cobaan/musibah yang menimpanya!

Allaah berfirman:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا . إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا . وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا . إِلَّا الْمُصَلِّينَ

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat KELUH KESAH lagi kikir. Apabila ditimpa keburukan, mereka BERKELUH KESAH(tidak mau bersabar). Dan apabila ditimpa kebaikan, mereka kikir (tidak mau bersyukur)… KECUALI ORANG-ORANG YANG SHALAT…

(Al Ma’aarij: 19-22 )

Faidah: “Orang-orang yang SANGAT JAUH DARI KELUH KESAH ketika musibah menimpanya hanyalah ORANG-ORANG YANG SHALAT.

– “Orang yang shalat”, maka ia mengerjakan amalan ketaatan

– Dan sudah disebutkan diatas… orang yang benar shalatnya, adalah orang yang shalatnya mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Sabar terhadap ujian/musibah/cobaan yang Allaah berikan itu SANGATLAH BERAT… kecuali bagi mereka yang keimanannya lurus/jujur/benar, maka mereka menghadapinya dengan penuh kesabaran… yaitu mereka yang senantiasa melakukan ketaatan dan senantiasa menjauhi maksiat…

Menjalani sakratul maut itu MEMBUTUHKAN SABAR!

Dan hendaknya kita ketahui… SAKRATUL MAUT, yang PASTI KITA AKAN HADAPI… membutuhkan KESABARAN dalam menghadapinya…

maka dengan apa kita mempersiapkan -agar bisa dapat sabar- ketika waktu itu tiba?! bukankah dengan melatih diri kita untuk senantiasa sabar menjauhi maksiat, sabar mengamalkan ketaatan, dan sabar, ketika ujian/musibah/cobaan datang menerpa!?

kalau bukan sekarang kita melatih diri kita… maka kapan lagi?! bagaimanakah seseorang mengharapkan ia mampu bersabar dalam saat-saat yang ia lemah; sedangkan dalam keadaan aman sejahtera ia tidak mampu, bahkan tidak mau melatih dirinya untuk bersabar?! sungguh ini suatu keanehan!

maka semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar… yang mana kita harapkan di akhir hidup kita, kita termasuk orang-orang yang bersabar… sehingga kita termasuk orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan husnul khaatimah… aamiin…

Semoga bermanfaat…

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s