Siapakah yang mengharapkan rahmat Allah?

Banyak kita dapati orang-orang berkata: “kami mengharapkan rahmat Allaah” tapi dalam amalannya ia senantiasa berbuat maksiat demi maksiat, terus-terusan diatasnya tanpa disertai taubat dan istighfar.

Benarkah klaim mereka ini?

Coba simak siapa yang Allaah katakan: “orang-orang yang mengharapkan rahmatNya”

Allaah berfirman:

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang BERIBADAH di WAKTU MALAM dengan SUJUD dan BERDIRI, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan MENGHARAPKAN RAHMAT Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

(Az Zumar: 9)

Demikian juga firmanNya:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang BERIMAN, orang-orang yang BERHIJRAH dan BERJIHAD di jalan Allah… MEREKA ITULAH orang yang MENGHARAPKAN RAHMAT Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(al Baqarah: 218)

Berhijrah tidak selalu artinya “keluar dari negri kuffar kepada negri muslim” (meskipun inilah makna utamanya)

Demikian juga berjihad pun, tidak selalu artinya “berperang dijalan Allaah” (meski inilah makna utamanya)

Hijrah dan Jihad, didefinisikan Rasuulullaah dengan sabdanya:

الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ

“Orang yang berjihad adalah orang yang berjuang menundukkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.”

و المُهاجِرُ مَنْ هجرَ الخَطَايا و الذَّنُوبَ

Dan muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan kesalahan-kesalahan serta dosa-dosanya.

(HR. Ahmad, dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu’anhu dinilai sahih oleh al-Albani dalam as-Shahihah [549] as-Syamilah)

Nah… Kembali kepada KLAIM mereka tadi: “sesunggunya kami mengharapkan rahmat Allaah”, tapi amalan mereka sangat jauh dari pengharapan dari rahmatNya

Maka jelaslah ini PENGHARAPAN YANG KELIRU! Dan KESALAHPAHAMAN…

Jika benar, dia mengharapkan rahmat Allaah… Maka hendaknya ia segera memaksa dirinya untuk mengerjakan kewajiban, dan memaksa dirinya untuk menahan diri serta segera memaksa dirinya meninggalkan kemaksiatannya! Inilah orang yang benar-benar mengharapkan rahmatNya…

Maka janganlah seseorang salah paham dengan hal ini, sehingga perkataannya TIDAK SEJALAN dengan perbuatannya… Dan hendaknya ia tidak berputus asa terhadap rahmat Allah[1. Simak: Larangan berputus asa terhadap rahmat Allah] terlepas sejelek apapun kondisinya sekarang; karena rahmat Allaah itu luas, maka hendaknya ia segera meraih rahmat tersebut!

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s