Kebutuhan dzikir bagi hati itu sebagaimana kebutuhan oksigen pada jasad !

Dahulu ketika kecil, kita diingatkan orang tua kita dipagi, siang dan malam hari untuk makan… itu semua untuk kesehatan jasad kita… sehingga ketika kita dewasa dan telah terbiasa dan memakan makanan diwaktu-waktu tersebut, kita akan mendatanginya tanpa harus diingatkan, tanpa harus didatangi… Dan kalaupun misalkan kita lupa atau terlewatkan untuk makan, maka perut kita sendiri yang akan ‘berteriak’ kepada kita, untuk mengingatkan kita agar dipenuhi kebutuhannya!

Ketahuilah, sebagaimana jasad membutuhkan makan dan minum; maka HATI kita pun membutuhkan DZIKIR… Adakah kita MERAWAT HATI kita sebagaimana kita MERAWAT JASAD kita? Adakah kita membiasakan asupan dzikir[1. Dzikir disini tidak mutlak bermakna “dzikir lisan”. Ada dzikir hati, dzikir lisan, bahkan dzikir anggota badan! (simak: http://abuzuhriy.com/definisi-dzikir/)] ke dalam hati-hati kita? Sehingga ketika kita lupa/terlewatkan dari WIRID[2. Wirid adalah dzikir atau doa atau amalan lainnya yang biasa dan rutin kita kerjakan di pagi hingga malam; yang berlandaskan tuntunan Rasuulullaah. contoh: di pagi hari kita shalat fajar, shalat shubuh berjama’ah di masjid, dzikir pagi, membaca al Qur-aan sambil menanti waktu dhuha, shalat dhuha.. dst] yang biasa kita kerjakan, maka hati tersebut ‘berteriak’ mengingatkan kita (sebagaimana perut kita ‘berteriak’ ketika kita lupa/terlewatkan dalam memberi kebutuhannya) ?!!

Sungguh, kebutuhan dzikir bagi hati… sebagaimana kebutuhan jasad kita terhadap OKSIGEN (yang lebih urgen lagi daripada sekedar makan dan minum)[3. Sebagaimana perkataan Syaikhul Islaam ibnu Taimiyyah:

الذكر للقلب مثل الماء للسمك فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء ؟

“Dzikir pada hati semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut lepas dari air?”

(kutip dari muslim.or.id)]… karena hati kita, harus kita perhatikan setiap waktu… agar jangan sampai masuk kelalaian didalamnya… yang dengan kelalaian tersebut masuklah syubhat maupun syahwat[4. Simak: http://abuzuhriy.com/waspadalah-terhadap-penyakit-syubuhat-dan-syahwat/], sehingga merusak amalan lisan maupun anggota badan kita…

– Syahwat yang dapat menjadikan kita berat mengamalkan wirid kita, atau bahkan menjadikan kita meninggalkan amalan-amalan tersebut!!!

– Dan syubhat yang menjauhkan kita dari kebenaran, bahkan melekatkan kita kepada kebathilan yang kita justru menyangkanya sebuah ‘kebenaran’…

Maka hendaknya kita senantiasa menjaga hati kita… terus kita introspeksi hati kita… terus pula kita asup dengan ilmu dan amal… agar ia dapat terus hidup dan tetap dalam keadaan sehat… sebagaimana kita tidak ingin jasad kita terserang penyakit (yang mana kita menjaganya agar tetap sehat), maka hendaknya kita menjaga hati kita agar ia tetap hidup dan sehat, yang jika kita tidak menjaganya, maka ia akan tertimpa penyakit… sehingga ia sakit, atau mungkin mati; sedangkan kita tidak menyadari (karena kita tidak pernah memperhatikannya!)… Na’uudzubillaah..

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Dzikir, Ibadah, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s