Perumpamaan dokter dan apoteker

Adanya [SEDIKIT] pengetahuan seseorang dibidang kedokteran atau farmasi… tidak lantas serta-merta melazimkan bahwa ia adalah seorang DOKTER (ahli kedokteran) atau APOTEKER (ahli farmasi)… maka yang dipanggil dokter atau apoteker adalah mereka yang sudah ahli dibidangnya…

Adapun selainnya, baik yang masih menuju ke arah sana [belum kokoh/ahli], apalagi yang hanya tahu sedikit [sangat jauh dari keahlian]… maka belum dikatakan dokter/apoteker… ia hanya berbicara berdasarkan apa yang ia ketahui [dengan memiliki rujukan dan pemahaman yang benar]…

– Jadi, jangan sampai berbicara dengan sesuatu yang TIDAK KETAHUI, atau dengan sesuatu yang kita MASIH RAGU…

– Kalau belum tahu, bertanyalah kepada ahlinya [bukannya malah berkata-kata atau bahkan bertindak]…

– Kalau belum tahu, rujuklah pada penjelasan ahlinya [bukannya malah membuat statement yang mengada-ada]…

Adapun dalam Islaam, yang serupa dengan dokter adalah ahli fiqh, dan yang serupa dengan apoteker adalah ahli hadits…

Sebagaimana kita yang hanya tahu SEDIKIT, dari BEBERAPA permasalahan kedokteran (dan inipun kita merujuk kepada ulasan dokter)… maka kita tidak dikatakan dokter, hanya karena pengetahuan kita dalam BEBERAPA permasalahan tersebut… karena memang kita TIDAK MENGUASAI dasar-dasar dan seluk beluk kedokteran (sehingga kita tidak pantas dikatakan dokter)… maka demikian juga, kitapun tidak disebut ahli fiqh; hanya karena kita mengetahui SEDIKIT, dari BEBERAPA permasalahan fiqh (itupun kita hanya merujuk pada perkataan, ulasan, dan kesimpulan ulama fiqh, bukan membuat ijtihad/pendapat baru, yang tidak ada pendahulu kita sebelumnya)…

Sebagaimana kita yang hanya tahu SEDIKIT, dari BEBERAPA permasalahan farmasi (dan inipun kita merujuk kepada ulasan apoteker)… maka kita tidak dikatakan apoteker, hanya karena pengetahuan kita dalam BEBERAPA permasalahan tersebut… karena memang kita TIDAK MENGUASAI dasar-dasar dan seluk beluk farmasi (sehingga kita tidak pantas dikatakan apoteker)… maka demikian juga, kitapun tidak disebut ahli hadits; hanya karena kita mengetahui SEDIKIT, dari BEBERAPA permasalahan hadits (itupun kita hanya merujuk pada perkataan, ulasan, dan kesimpulan ulama hadits; bukan malah membuat pendapat baru yang tidak ada pendahulu sebelumnya)…

Jika sudah sadar diri… maka kita akan lebih berhati-hati dalam berkata [apalagi bertindak]… jika sudah sadar diri, maka tidaklah kita berkata [apalagi bertindak], kecuali dengan sesuatu yang kita sudah punya ilmunya (dan itupun berdasarkan rujukan dan pemahaman yang benar, yang kita rujuk dari ahlinya)…

Jika sudah sadar diri… maka tidaklah akan berkata-kata [apalagi berbuat], jika kita masih ragu-ragu (sudah tahu; tapi belum begitu hafal, dan belum begitu pasti tentang suatu masalah)

Maka orang yang tidak tahu diri… adalah orang yang tidak mengenal dirinya… atau bahkan menempatkan dan melebihkan dirinya dari kedudukan yang tidak semestinya… ketika demikian, maka ia akan merendahkan orang lain (padahal mungkin orang yang ia rendahkan lebih tinggi darinya)… jika sudah demikian, maka ia akan melampaui batas dalam berkata-kata dan bertindak; ia berkata dengan tanpa pijakan, penuh kebodohan, dan mengada-ada; dan ia akan bertindak dengan tanpa pijakan, penuh kebodohan, sehingga ia merusak dirinya dan orang-orang sekitarnya…

Maka semoga Allaah melindungi kita dari kebodohan dan hawa nafsu… mohon nasehat dari ikhwah sekalian, jikalau melihat kebodohan dan hawa nafsu yang nyata dari diri yang penuh kekurangan ini…

Dan janganlah memanggil atau menyebut ana dengan ‘ustaadz’ karena memang ana BUKAN USTADZ, yang semoga artikel diatas menjadi renungan serta pelajaran bagi ana maupun yang lain, agar jangan pula sembarangan melabelkan dengan ustadz (dalam artian sebagai rujukan agama) pada seseorang yang tidak berhak

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s