Kunci menggapai khusyu’ dalam shalat ada pada takbiratul ihram

Bagi yang menginginkan khusyu’ dalam shalat, maka kuncinya ada pada takbiiratul ihraam.

Bagaimana tidak? Ketika kita memulai shalat, maka kita berkata:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaah Maha Besar

Sungguh dzikir ini mengandung makna yang amat sangat dalam, yang sangat disarankan bagi kita untuk MENGETAHUI kedalaman makna dzikir ini…

Syaikh Abdurrazzaq rahimahullah berkata:

“Takbir adalah mengagungkan Rabb Tabaraka wa Ta’ala dan membesarkanNya, dan meyakini bahwa tidak ada yang lebih besar dan lebih agung dariNya, semua yang besar menjadi kecil di hadapanNya, para diktator menjadi hina, dan wajah-wajah akan tertunduk kepadaNya, dan segala sesuatu menjadi rendah di hadapanNya.”

(kutip dari artikel ustadz badrusalam, simak lebih lengkap: http://cintasunnah.com/merenungi-kalimat-takbir/)

Adakah ketika mengucapkannya, kita merendahkan diri kita sekerdil-kerdilnya dan membesarkanNya sebesar-besarnya?

Tidak cukup sampai disitu… Setelah bertakbir, maka kita membaca istiftah… diantara ISTIFTAH yang PALING RINGKAS adalah:

اللَّهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا ، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً

Allahu akbar kabiraa, wal hamdulillahi katsiraa, wa subhaanallahi bukrataw wa ashiilaa

Maha Besar Allaah dengan kebesaran yang sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allaah (dengan pujian) sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah [yang seluruh makhluqNya dilangit dan dibumi bertasbih padaNya] pada pagi dan sore hari

[Shahih, HR. Muslim]

Tidakkah kita tahu bahwa Rasuulullaah bersabda tentang ucapan diatas:

عجِبتُ لها . فُتِحَتْ لها أبوابُ السماءِ

”Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu – pintu langit dibuka (karena kalimat tersebut).”

Bahkan dalam riwayat lain beliau bersabda:

لقد رأيت اثني عشر ملكاً يبتدرونها أيهم يرفعها

Sungguh, aku telah melihat dua belas Malaikat bersegera menuju kepadanya. mereka saling berlomba untuk untuk mengangkat dzikir tersebut (kepada Allah ta’ala)

[HR Muslim]

Tidak salah jika ibnu ‘umar berkata:

“Aku tidak pernah meninggalkan dzikir (istiftah) itu semenjak aku mendengar dari Rasulullah menyebutkan tentang keutamaannya tersebut.”

Apakah dzikir diatas masih saja tidak menjadikan hati seorang hamba tunduk kepada Tuhan semesta alam Yang Maha Besar? Jika telah tahu, mengapa kita LALAI dari menghadirkan pengetahuan tersebut ketika membacanya? Atau mungkin kita mengucapkannya tanpa tahu artinya sehingga kita lalai? (Maka setelah tahu arti dan keutamaannya, dan hendaknya kita hadirkan hal ini dalam shalat berikutnya! in syaa-a LLaah!)

Dan bagaimana kita hendak mengharapkan perhatianNya, jika pada awal shalat saja, hati kita sudah berpaling dariNya, tidak ada keinginan untuk menjadikan shalat yang akan/sedang kita kerjakan berkualitas disisiNya ?!

Sudah lupakah kita akan sabda Rasuulullaah:

يَا فُلَانُ أَلَا تُحَسِّنُ صَلَاتَكَ أَلَا يَنْظُرُ الْمُصَلِّي كَيْفَ يُصَلِّي لِنَفْسِهِ

‘Wahai Fulan, kenapa engkau tidak membaguskan shalatmu? Kenapa orang yang shalat itu tidak mau intropeksi bagaimana ia mengerjakan shalat UNTUK DIRINYA?

[Diriwayatkan Imam an Nasaa-iy dengan sanad yang shahiih]

Dalam riwayat lain beliau bersabda:

يا فلان ، ألا تتقي الله !؟ ألا تنظر كيف تصلي ؟! إن أحدكم إذا قام يصلي إنما يقوم يناجي ربه … فلينظر كيف ينجيه

Wahai fulan, tidakkah kamu bertakwa kepada Allah!? Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kamu shalat!? Sesungguhnya salah seorang dari kalian jika dia berdiri shalat, dia berdiri bermunajat kepada Tuhannya! maka hendaknya dia memperhatikan bagaimana dia bermunajat kepadaNya!!!

[Diriwayatkan Abu Ya’la dalam musnadnya dengan sanad yang hasan]

Sungguh orang yang mendatangi shalat dalam keadaan hati yang lalai, yang tidak menginginkan khusyu’ dalam shalatnya, tidak akan mendapatkan khusyu’.

[disinilah pentingnya NIAT YANG JUJUR, LURUS dan BENAR, sebelum beramal. dan pentingnya menghadirkan muraqabatullaah ketika sebelum/sedang beribadah kepada Allaah]

Sungguh orang yang mendatangi shalat dalam keadaan menyombongkan diri. Maka tidak akan mendapatkan khusyuu’.

[disinilah pentingnya tawadhu’, pentingnya menghindarkan diri dari sifat ujub dan takabbur]

Sungguh orang yang mendatangi shalat dalam keadaan tidak mengetahui makna ini, tidak akan mendapatkan khusyuu’.

[disini pentingnya ilmu, sebelum beramal; hendaknya kita mempelajari makna-makna dzikir dan bacaan dalam shalat, dan merenungi gerakan-gerakan yang kita lakukan dalam shalat]

Dan sungguh orang yang mendatangi shalat dalam keadaan tahu maknanya, tapi tidak menghadirkan pengetahuan tersebut ketika ia mengucapnya, tidak akan mendapatkan khusyuu’

[disinilah pentingnya ilmu diresapkan kedalam dada, disinilah pentingnya kita menghadirkan ilmu yang sudah kita resapkan kedalam dada]

Akan tetapi sungguh, yang hanya mendapatkan kekhusyu’an dalam shalat, hanyalah mereka yang jujur, benar dan lurus niatnya ketika ia hendak shalat; yang ia mendatanginya dengan penuh tawadhu’ dan perendahan dirinya, yang mana ia membekali dirinya dengan ilmu sebelum shalat, dan menghadirkan ilmu yang sudah dimilikinya ketika ia membaca bacaan dalam shalat.

Rasuulullaah bersabda:

ما مِن مُسلمٍ يتوضأُ فيسبغُ الوضوءَ ثمَّ يقومُ في صلاتِهِ فيعلمُ ما يقولُ إلَّا انفَتلَ وهو كَيومِ ولدَتهُ أمُّهُ

Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu dia menyempurnakan wudhunya… kemudian dia berdiri dalam shalatnya, dan DIA MEMAHAMI APA YANG DIBACANYA DALAM SHALATNYA, kecuali dia selesai sementara keadaannya seperti di hari dia dilahirkan oleh ibunya

(Shahiih; HR al Haakim)

Beliau juga bersabda:

فإن هو قام فصلَّى ، فحمد اللهَ وأثنى عليه ، ومجَّده بالذي هو له أهلٌ ، وفرَّغ قلبَه للهِ ، إلا انصرف من خطيئتِه كهيئتِه يوم َولدتْه أمُّه

Apabila dia berdiri untuk mengerjakan shalat, kemudian memuji dan mengagungkan Allah dengan pujian yang pantas bagi Allah, dan dia MENGKHUSYU’KAN HATINYA kepada Allaah; kecuali dia berpisah dengan kesalahannya sebagaimana keadaannya pada hari dilahirkan oleh ibunya

(HR Muslim)

Semoga bermanfaat

4 Komentar

Filed under Dzikir, Ibadah, Shålat, Tazkiyatun Nufus

4 responses to “Kunci menggapai khusyu’ dalam shalat ada pada takbiratul ihram

  1. Assalamu ‘alaikum
    boleh copas postingan ke hp atau memory hp tanpa sumber

  2. Jazakallah khair akhi.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s