Nasehat Indah Ibnu Rajab Perihal 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Ibnu Rajab berkata:

“Ketika Allaah Ta’ala menanamkan kerinduan dalam hati-hati hambaNya yang beriman untuk menyaksikan Baitullaah (masjidil haram, ed); dan tidak setiap orang mampu melihatnya setiap tahun… maka Allaah mewajibkan bagi yang mampu untuk berhaji, sekali untuk seumur hidupnya; dan menjadikan sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah sebagai musin bersama untuk beramal shaalih; antara orang yang pergi menunaikan ibadah haji dan orang orang yang tidak dapat menunaikannya. Barangsiapa yang tidak mampu berhaji pada suatu tahun, ia dapat melakukan amal yang ia mampu lakukan dirumahnya (pada sepuluh hari pertama ini) yang (keutamaannya) lebih utama daripada jihad; padahal jihad lebih utama daripada haji…

Jauhilah maksiat… Karena ia menghalangi ampunan pada musim yang penuh cucuran rahmat!

Al Marwaziy meriwayatkan dalam kitab al Wara’, dari ‘Abdul Malik bin ‘Umair, dari seorang laki-laki -dari kalangan shahabat/tabi’in- bahwa seseorang datang dalam mimpinya pada satu dari sepuluh hari bulan dzulhijjah, orang itu berkata: “tidak ada seorang muslim pun, kecuali segala dosanya diampuni pada hari-hari ini, setiap hari lima kali; kecuali para pemain…”

(Ibnu Rajab berkata)

Mereka adalah pemain catur.

Jika bermain catur dapat menjadi penghalang ampunan, lalu bagaimana dengan orang yang terus menerus melakukan dosa besar?!

(Ingatlah bahwa) maksiat adalah penyebab terjauhnya seseorang dari rahmat Allaah… dan (ingatlah bahwa) ketaatan adalah penyebab yang dapat mendekatkannya kepada Allaah dan rahmatNya!

Saudara-saudara kalian telah memakai ihraam pada hari-hari ini dan berniat menuju ka’bah, Mereka memenuhi angkasa dengan talbiyah, takbir, tahlil, tahmid dan mengagungkan Allaah…

Sungguh mereka telah berangkat… Sedangkan kita hanya bisa duduk…

Sungguh mereka telah mendekat….
Sedangkan kita menjauh…

Jika kita memiliki sedikit saja bagian dari mereka, tentulah kita akan bahagia!

(Ketahuilah) orang yang duduk karena udzur, disamakan dengan orang yang berjalan… Bahkan bisa jadi orang yang berjalan dengan hatinya, (pahalanya dapat) melebihi orang yang hanya berjalan dengan fisiknya (karena kejujuran dan ketulusan niatnya) !!!

Seorang dari salafush shaalih pernah bermimpi bahwa dia melihat seorang berada di arafah pada waktu sore 9 dzulhijjah, orang itu berkata kepadanya: “apakah engkau melihat sesak antrean disini? Sesungguhnya tidak ada satupun dari mereka yang berhaji, kecuali seorang lelaki yang (jasadnya) tidak berada disini… Tapi dia berhaji dengan semangatnya, lalu ia meraih keutamaan orang yang berada disini”

Maka jangan sampai kita melewatkan kesempatan untuk mendapatkan ‘harta rampasan’ pada hari hari yang agung ini… Karena hal tersebut tidak ada gantinya, dan tidak terharga dengan uang…

Cekatan dan tangkaslah dalam beramal (shaalih)… Bersegeralah (beramal shaalih) sebelum diserang ajal, sebelum menyesal orang-orang yang lalai atas apa yang ia lakukan, sebelum ia meminta untuk dikembalikan dan permintaanya tidak dipenuhi, sebelum orang yang berangan-angan berkeinginan untum mewujudkan khayalannya tapi ia dihalangi, sebelum seseorang tergadai dengan kubangan amal yang ia persembahkan.

Wahai orang yang mulai nampak ubannya setelah berumur empat puluh tahun…

Wahai orang yang telah berlalu (begitu saja) puluhan tahun dihadapannya sehingga ia berumur lima puluh…

Wahai orang yang sudah diambang kematian dengan umur enam puluh hingga tujuh puluh tahun…

Apa yang engkau tunggu setelah datangnya kabar? Apa kamu menunggu (begitu saja) kematian mendatangimu (tanpa ada persiapan untuk menghadapinya dan dan tanpa ada persiapan untuk menghadapi apa yang akan terjadi setelahnya, ed) ?!

Wahai orang yang berdosa sebanyak bilangan ganjil dan genap… Tidakkah engkau malu pada malaikat pencatat amal?! Atau bahkan engkau ini adalah termasuk orang yang mendustakan hari berbangkit?!

Wahai orang yang pekat hatinya bagaikan malam yang telah menjelang… Bukankah telah tiba waktunya untuk menerangi hatimu atau melunakkan hatimu?

Angin segar telah ditiupkan pada sepuluh hari ini… Sesungguhnya Allaah memiliki tiupan rahmat, tidaklah ada yang mendapatkannya; kecuali akan bahagia hingga akhir masa…”

(Lathaa-iful Ma’aarif, edisi indonesianya “panen amal sepanjang tahun” [pustaka darus sunnah])

Tinggalkan komentar

Filed under Ibadah, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s