Anjuran memperbanyak shaum di bulan muharram

1. Shaum 10 muharram (hari `aasyuuraa’)

Berdasarkan hadits:

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Dulu, di masa jahiliyah, orang-orang quraysy shawm di hari `aasyuuraa’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mempuasainya. Ketika beliau pindah ke Madinah, beliau tetap shawm dihari itu, dan menyuruh orang-orang untuk shawm.

فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ

Ketika diwajibkan puasa Ramadhan, beliau meninggalkan shaum `aasyuuraa’ (kemudian bersabda)

فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَه

Barang siapa yang ingin, maka silakan berpuasa. Barang siapa yang tidak ingin, maka silakan meninggalkannya.”

(HR al Bukhaariy)

Rasuulullaah bersabda:

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“… Dan puasa di hari ‘Asyura’ saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu.”

(HR Muslim)

2. Dianjurkan mengiringi shawm 10 muharram, dengan shawm pada tanggal 9-nya

Berdasarkan hadits ibnu ‘abbaas, ia berkata:

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ, قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

‘Apabila tahun depan -insya Allah- kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).’

قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

Ibnu ‘Abbaas berkata: Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.

(HR Muslim)

3. Dianjurkan juga memperbanyak shawm yang ditambahkan selain dari dua hari tersebut

Berdasarkan hadits:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Shawm yang paling utama sesudah Ramadhan adalah shawm pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram

(HR Muslim)

Imam an Nawawiy berkata dalam syarahnya terhadap hadits diatas:

“…Maka dari hadits ini dipahami, dianjurkan untuk memperbanyak shawm pada bulan Muharram, (akan tetapi) bukan seluruhnya (seperti ramadhan)…”

(Syarah Shahih Muslim)

Shawm seperti senin-kamis, ayyamul bidh (13,14,15), dan/atau bahkan shawm daud.

Semoga bermanfa’at

Tinggalkan komentar

Filed under Ibadah, Shåum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s