Mengambil pelajaran dari asbabun nuzul QS. al kafirun

Dahulu Rasuulullaah ditawari dengan berbagai macam tawaran dari musyrikin quraysy agar berhenti dari dakwah tauhid (mengajak hanya menyembah Allaah saja, dan meninggalkan seluruh sesembahan selainNya)

– Tawaran pertama, mereka membawa harta yang berlimpah ruah, bahkan kekuasaan. tawaran ini beliau tolak.

– Tawaran kedua, mereka membawa wanita yang tercantik dari mereka. beliau pun menolak tawaran ini.

– Tawaran ketiga, maka mereka mengambil jalur ‘diplomasi’ dengan berkata: “baiklah, kalau begitu, satu tahun kami akan menyembah Allaah (dan kami tinggalkan seluruh sesembahan kami); akan tetapi tahun berikutnya, kami dan kamu menyembah sesembahan yang biasa kami sembah. beliau pun menolak tawaran ini. Terkait hal ini, Allaah menurunkan firmanNya:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ . لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ . وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ . وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Katakanlah: “Hai orang-orang KAFIR, Aku tidak akan menyembah sesembahan yang kamu sembah, Dan kamu bukanlah penyembah sesembahan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah sesembahan yang kamu sembah. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah sesembahan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”

(al Kaafiruun : 1-6)[1. Adapun menurut Ibnu Ishaq berkata,

“Pada satu ketika datang orang-orang Quraisy kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam yang saat itu sedang thawaf di sekitar Ka’bah, di antara mereka adalah al-Aswwad bin al-Muthallib bin Asad bin Abdul Uzza, al-Walid bin Mughirah, Umayyah bin Khalaf dan al-Ash bin Wa’il as-Sahmi, mereka semua termasuk sesepuh dari kaumnya, mereka berkata,

‘Wahai Muhammad, bagaimana kalau kita bekerja sama dalam ibadah kita. Kami akan menyembah apa yang engkau sembah, tetapi engkau harus menyembah apa yang kami sembah.

Jika apa yang engkau sembah lebih baik (daripada sesembahan kami), maka kami akan menyembah sesembahanmu, tetapi jika yang kami sembah ternyata lebih baik maka engkau harus menyembah sesembahan kami.’

Maka turunlah firman Allah subhanahu wata’ala: (QS Al Kafirun: 1-6)”

Abdul bin Humaid dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, orang-orang Quraisy itu berkata,

“Jika engkau (Muhammad) mau menerima tuhan kami maka kami akan menyembah Tuhanmu.” Lalu, Allah menurunkan surat Al Kafirun tersebut.

Adapundiriwayatkan dari Ibnu Jarir mengatakan orang-orang Quraisy itu berkata,

“Satu tahun engkau menyembah sesembahan-sesembahan kami dan satu tahun kami menyembah sesembahanmu”

Lalu Allah menurunkan ayat:

قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ

Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku untuk menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”

(QS az-Zumar: 64)

(Sumber penukilan: http://matasalman.com/asbabun-nuzul-surat-al-kafirun/)

Bisa disimak penjelasan serupa dalam tafsiir ibnu jariir, tafsiir ibnu katsiir, dan selainnya.

Alangkah jauhnya kita dari ILMU AGAMA, jika kita TIDAK TAHU akan kandungan surat yang amat penting diatas!! Bagaimana lagi jika ‘sekedar terjemahan’ saja tidak mengetahuinya?! yang mana kita hanya sekedar tahu pembacaannya saja, tapi tanpa disertai pengetahuan dan pendalaman tentangnya ?! kalau demikian maka ini adalah MUSIBAH bagi diri diri kita!]

Maka kita mengetahui bahwa sudah semenjak dahulu kala, para penyembah berhala itu menginginkan agar kita condong terhadap mereka. Berbagai cara mereka lakukan dari pemaksaan dan penindasan, hingga diplomasi yang amat halus, agar mereka memalingkan kita dari ketauhidan yang murni, kepada najisnya kesyirikan/kekufuran.

Diantara cara diplomasi halus mereka kepada kita, adalah mereka mengucapkan “ucapan selamat” pada hari-hari besar kita; dengan harapan kita akan memberikan “ucapan selamat” pada mereka, pada hari-hari besar mereka.

Ingatlah, kita TIDAK BUTUH “ucapan selamat” mereka akan hari besar kita. Sebagaimana JANGAN SAMPAI kita TERTIPU dengan tipu daya mereka, sehingga kita mengucapkan “ucapan selamat” terhadap hari raya besar mereka.

Maka jangan berkata: “ini hanya sekedar ucapan selamat belaka”.

Jika itu dikatakan seseorang, bagaimana penyikapannya terhadap orang yang berkata: “selamat meminum khamer, selamat berzina, selamat membunuh, selamat mengghibah, selamat mencela”?!

Bukankah ini persetujuan dari perbuatan buruk diatas?

Apa pantas “pengucapan selamat” terhadap perbuatan buruk diatas? Tentu tidak pantas! Maka tidakkkah kita tahu perayaan natal, adalah perayaan “kelahiran tuhan, atau kelahiran anak tuhan” menurut nasrani?!

Kalau masih saja berkilah: “kita mengingkari penyembahan mereka terhadap isa, tapi kita memberi selamat akan perayaan lahirnya isa”

Kita jawab: “tetap saja, menurut mereka, isa adalah Allah; atau isa adalah anak Allaah; dan kita memberikan ucapan selamat atas hal tersebut! ingat, ini hari besar mereka! dan islam tidak mengenal perayaan seperti ini, atau serupa dengan hal yang seperti ini!”

Kalau sudah dijelaskan semua hal diatas, namun malah muncul perkataan : “kamu ini orang yang tidak tenggang rasa dan toleran terhadap agama lain”

Maka kita jawab: “inilah racun-racun dari orang-orang kaafir, dan dari orang-orang munaafiq dan orang yang berpenyakit dihatinya yang telah ragu dengan agamanya.

Tahukah apa yang mereka inginkan dari perkataan “tenggang rasa” atau “toleransi” itu?

– Mereka inginkan agar kita MENGAKUI, MENTOLERIR, bahkan MENGHORMATI agama mereka, sesembahan mereka, serta peribadatan mereka.

Bagaimanakah seorang yang mengaku BERTAUHID, mengaku BERSYAHADAT, hendak MENGAKUI, MENTOLERIR bahkan MENGHORMATI agama dan sesembahan yang baathil!? coba kutanyakan padamu, apakah engkau MENTOLERIR dan MENGHORMATI PERBUATAN ZINA? apakah engkau MENTOLERIR dan MENGHORMATI PERBUATAN PEMBUNUHAN? jika engkau katakan tidak, maka apa yang menyebabkanmu mengakui, mentolerir dan menghormati perbuatan yang dosanya lebih besar dari zina dan membunuh?!

(Sebagai catatan: tidak mengakui, tidak mentolerir dan tidak menghormati agama mereka; bukan berarti berkonsekuensi untuk mengingkari dengan tangan, dengan merusak secara membabi buta dengan cara-cara arogan tanpa adanya kekuasaan dan legalitas, yang hanya akan memperburuk citra agama!)

– Bahkan kalau yang pertama tidak mereka raih, maka yang mereka inginkan agar kita sekedar MENGIKUTI, IKUT SERTA, atau paling memberi ucapan selamat.

Sama seperti pertanyaan diatas, apakah kita hendak mengikuti, ikut serta dan mengucap selamat akan perbuatan pembunuhan dan perzinahan? maka bagiamana kita akan mengikuti, ikut serta, dan mengucap selamat pada perbuatan yang dosanya yang lebih besar daripada pembunuhan dan perzinahan?!

Ingatlah baik-baik akan firman Allaah tentang mereka:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ

Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk (agama) Allah itulah petunjuk (agama) [yang benar]”.

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

(al Baqarah : 120)

Kita berlindung kepada Allaah, dari menjadi termasuk golongan yang Allaah tidak menjadi pelindung dan penolongnya.

Maka kita memohon kepadaNya:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under al-Quran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s