Akibat cinta kedudukan

Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah (Wafat: 187H) berkata:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَحَبَّ الرِّئَاسَةَ إِلَّا حَسَدَ، وَبَغَى، وَتَتَبَّعَ عُيُوبَ النَّاسِ، وَكَرِهَ أَنْ يُذْكَرَ أَحَدٌ بِخَيْرٍ

“Tiada seorang pun yang mencintai kedudukan (kekuasaan), melainkan dia akan hasad, melampaui batas, mencari-cari ‘aib manusia, dan benci bila disebutkan kebaikan orang lain (yg dianggap sebagai ‘saingan’-nya, -az).”

[Jaami’ Bayaan Al-‘Ilmu wa Fahdlihi, 1/286 – Daar Ibn Hazm]

Kata Abu Al-‘Ataahiyah rahimahullah (Wafat: 211H) dalam sya’ir beliau:

حُبُّ الرِّئَاسَةِ أَطْغَى مَنْ عَلَى الْأَرْضِ …
حَتَّى بَغَى بَعْضُهُمْ فِيهَا عَلَى بَعْضِ

“Orang yang mencintai kedudukan (kekuasaan) itu adalah orang yang paling melampaui batas di muka bumi…

sehingga mereka saling jatuh-menjatuhkan di antara satu dengan yang lain.”

[Jaami’ Bayaan Al-‘Ilmu wa Fahdlihi, 1/286 – Daar Ibn Hazm]

(Kutip dari Ustadz Abu Numair: https://www.facebook.com/abunumair/posts/675726349115318)


Renungan pribadi

– Jika niat kita salah dari awal, yaitu mencari kedudukan(apalagi dalam amalan aakhirat)… Maka inilah awal bencana kita… inilah kesalahan mendasar dan terbesar… Dengan niat yang keliru ini, setiap orang yang kita anggap ‘sederajat’ dengan kita, akan kita anggap dia sebagai ‘saingan’ dan penghalang bagi kita dalam meraih tujuan kita… Yang kemudian kita mendengki dan memusuhinya… Dan dengan pandangan kedengkian dan permusuhan tersebut; kita akan menutup mata dari kebaikan-kebaikannya (padahal ia dominannya baik), mencari-cari kesalahannya; mengharamkan baginya hushnuzhan (meskipun zhahirnya baik), bahkan mewajibkan atasnya su’uzhan… tidak ada padanya tabayyun dan tatsabbut, bahkan harus mempercayai segala berita buruk tentangnya, dan sebisanya menutup mata dari berita baik, meskipun itu jutaan jumlahnya… tujuan utamanya satu, yaitu menyingkirkan dia, karena dia-lah penghalang kita meraih kedudukan…

– Bayangkan betapa banyaknya dosa akibat kesalahan niat: dosa kesalahan niat itu sendiri, dosa hasad, dosa su’uzhan tak berdasar, dosa tajassus (mencari-cari kesalahan), dosa ghibah, dosa buhtan (mengabarkan berita dusta), dosa namimah (mengadu domba, menyerukan manusia agar memusuhi orang yang kita musuhi), dan dosa menzhaliminya…

Fenomena kancah perpolitikan

– Agak sulit menemukan website/blog partai tertentu memuat ‘kebaikan’ partai yang menjadi saingannya. kalau memang tulus, kenapa tidak pernah menyertakan kebaikan yang diraih partai lain? kenapa tidak saling tolong menolong dalam kebaikan? tentu hal ini akan merugikan, bukan? karena hal ini hanya akan menambah ‘suara’-nya saja…

– Sebaliknya, sering ditemukan website/blog partai tertentu memuat kejelekan-kejelekan partai yang menjadi saingannya. kalau tulus.. kenapa senantiasa memberitakan kejelekan-kejelekan partai yang bersebrangan? kenapa ketika hal yang sama menimpa partai sendiri, maka harus diluruskan dan harus dibela? tentunya akan merugikan partai sendiri, bukan ? karena inilah kesempatan untuk menjatuhkan lawan…

– Ketika berkuasa, maka dieluk-elukkanlah pemimpin yg diasungnya, menutup aibnya rapat-rapat, menyebarkan berbagai kebaikannya, menyerukan untuk tabayyun dan tatsabbut jika ada berita buruk tentangnya… Tapi sebaliknya, ketika lawan politiknya yang jadi pemimpin; maka dijelek-jelekkan sebisa mungkin, tidak berlaku padanya tabayyun dan tatsabbut, bahkan dicari-cari aibnya untuk disebarkan berbagai aibnya tersebut, bahkan berita “qiila wa qaal” pun ikut-ikutan disebarkan; jika hal tersebut menyangkut keburukan sang penguasa… (mengapa demikian?)

[ini benar-benar nyata, dan realitas; yang tidak dapat kita sanggah lagi…]

Disini tidak tercantum nama satu partai pun… Jadi jangan su’uzhan dengan penulis, bahwa hal ini ditujukan kepada partai tertentu… Bahkan semestinya hal ini tetap pada keumumannya… Agar ini jadi renungan bersama…

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Akhlak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s