Dua jenis kesabaran terhadap ktentuan Allah

Tahukah kita… bahwa “bersabar terhadap ketentuan Allaah” terbagi menjadi dua jenis?

Syaikhul Islaam ibnu Taimiyyah rahimahullaah (dalam qaa’idah fiy ash-shabr) membagi hal ini menjadi dua kategori:

1. Bersabar terhadap ketentuan Allaah, tanpa ada campur tangan manusia, terhadap diri dan hartanya.

Contoh: Gempa, Penyakit, dll.

2. Bersabar terhadap ketentuan Allaah, dengan campur tangan manusia terhadap dirinya, hartanya, dan kehormatannya.

Contoh: Diganggu, dizhalimi, dicela, dilaknat, dipukuli, dll.

Adapun jenis pertama, kata syaikhul islaam, maka hal ini perkara ‘mudah’. Karena kita baik terima maupun terpaksa, mau tidak mau, ya tidak punya pilihan kecuali pada ujung-ujungnya harus menerimanya. Maka orang berakal adalah yang segera memikirkan akan kesudahan hal ini, kalau sudah tahu ujung-ujungnya akan berkata: “mau diapain lagi?” maka mengapa tidak menyabarkan diri diawal ketika tertimpa musibah? Maka sungguh rugi, jika sabarnya datangnya telat. Apalagi jika didahului oleh marah-marah kepada taqdir Allaah?! sungguh ini merupakan kekufuran. Apatah lagi jika sampai marah langsung kepada Allaah! maka kekufuran apa lagi yang lebih parah daripada ini?!

Adapun jenis kedua, maka inilah ujian yang amat berat. Yang hanyalah para Nabi dan Rasul serta orang-orang yang JUJUR dan BENAR keimananlah yang lolos dari ujian ini. Bagaimana tidak, ia diuji Allaah melalui perantaraan hambaNya. Seorang yang tidak menghadirkan hatinya, bahwa dia sedang diuji Allaah; maka serta merta tidak akan bersabar dengan ujian ini.

Karena:

– (pertama)… Secara zhahir, ia melihat dan menyaksikan sendiri kesewenangan terhadap dirinya.

– (kemudian yang kedua)… Sudah tabiat jiwa untuk membenci kesewenagan atas diri/harta/kehormatan pribadi.

– (kemudian yang ketiga)… Sudah merupakan tabiat jiwa, yang mendorong untuk membalas perbuatan tersebut!

Nah dengan tiga hal ini, apakah seseorang MAU untuk BERSABAR?! Tentu sangatlah berat.

Itulah persis sebagaimana yang Allaah firmankan:

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ

Dan KAMI MENGUJI sebagian kalian dengan sebagian yang lain, apakah kamu hendak bersabar?!

(al Furqan: 20)

Maka orang yang berpandangan jauh, ia akan melihat dari sisi bahwa hal ini ujian Allaah terhadapnya. Yang mana jika ia bersabar, maka ia akan mendapatkan pahala, dihapuskan dosa-dosanya, dan dinaikkan derajatnya…

Oleh karenanya, pantaslah kesabaran yang kedua ini, disebut syaikhul islaam sebagai ujian kesabaran terberat. Yang mana hanya Nabi dan Rasul, serta orang-orang yang jujur/benar keimanannyalah yang dapat lolos dari ujian ini…

Kemudian Syaikhul Islaam, memberikan wejangan… 20 kiat-kiat agar seseorang dapat lolos dari ujian ini dan menjadi orang-orang yang dapat bersabar dalam ujian jenis yang ini…

[Faidah dari kajian ustadz Dzulqarnain di Kota Legenda, 24 rabii’ul awwal 1435]

(kitab diatas bisa didownload disini: http://d1.islamhouse.com/data/ar/ih_books/single4/ar_Assabr.pdf)

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s