Apakah benar saya “sudah ngaji” dan “sudah kenal sunnah”?

Memangnya saya:

– Sudah ngaji berapa kitab aqidah? (dari ratusan, ribuan kitab-kitabnya)

– Sudah ngaji berapa kitab hadits? (dari ratusan, ribuan kitab-kitabnya)

– Sudah ngaji berapa kitab fiqh? (dari ratusan, ribuan kitab-kitabnya)

Jika kita LEBIH BANYAK yang BELUM di-NGAJI-kan, daripada yang SUDAH di-NGAJI-kan… Maka sebenarnya TIDAK ADA PERBEDAAN JAUH antara kita, dengan orang-orang yang kita labeli “belum ngaji”…

Sama halnya juga dengan “kenal sunnah”… Sungguh kita AMAT SANGAT SEDIKIT dari mengenal sunnah…

– Buktinya, kita baru mempelajari BEBERAPA kitab-kitab aqiidah (itupun kalau dari ‘beberapa’ tersbeut, SUDAH ada yang kita KHATAMKAN)

– Buktinya, kita baru mempelajari BEBERAPA kitab-kitab hadiits (itupun kalau dari ‘beberapa’ tersebut, SUDAH ada yang kita KHATAMKAN)

Maka sebenarnya pun, TIDAK ADA PERBEDAAN JAUH antara kita, dengan orang-orang yang kita labeli dengan “belum kenal sunnah”, karena pengenalan kita terhadap “sunnah”, belum sangat memadai… yg ilmu kita, hanyalah setitik air dari samudra yang amat luas…

Ana berprasangka baik, kalau perkataan/label: “belum ngaji” adalah terhadap orang-orang yang belum menyibukkan diri dengan ilmu, yang masih sangat jauh dari agama. dan perkataan/label: “belum kenal sunnah” adalah terhadap orang-orang yang belum menempuh aqidah dan jalan yang dituntunkan Rasuulullaah dan para shahabatnya, yang masih menempuh jalan-jalan kebathilan. Yang pengucapan tersebut TANPA DISERTAI peninggian dirinya, atau merendahkan orang lain.

Adapun JIKA pengucap memaksudkannya untuk meninggikan diri, bahkan merendahkan orang lain:

– (saya ini SUDAH NGAJI, makanya saya sebut selain saya BELUM NGAJI seperti saya)…

– (saya ini SUDAH KENAL SUNNAH, makanya selain saya, saya sebut BELUM KENAL SUNNAH seperti saya)…

[[dan ini bukanlah hendak menghakimi atau melazimkan bahwa pengucapnya berniat demikian dengan ucapannya… ]]

Hanya saja, jika ternyata niat kita seperti ini (baik sadar atau tidak sadar)… Maka hendaknya kita bertaqwa kepada Allaah… Jangan sampai UJUB apalagi TAKABBUR dengan hal yang SEDIKIT yang kita punya… Semuanya itu taufiq dari Allaah… Dan sesungguhnya apa yang ada pada diri kitapun, jika dibandingkan dengan apa yang ada pada orang-orang yang lebih berilmu dari kita; sungguh kita akan melabeli diri kita amat sangat jauh dari ilmu, dan amat sangat jauh dari mengenal sunnah (secara luasnya)…

Semoga bermanfaat

[02 Rabii’uts Tsaaniy 1435]

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s