Sembarangan melaqabkan “anjing neraka”

Khawaarij SECARA MUTLAK (yg disebutkan dalam hadits shahih) memanglah anjing-anjing neraka[1. Yaitu berdasarkan hadits shahiih:

عَن أبي أمامةَ، يقولُ : شرُّ قَتلى قُتِلوا تحتَ أَديمِ السَّماءِ، وخيرُ قَتيلٍ مَن قتلوا، كِلابُ أَهْلِ النَّارِ، قد كانَ هؤلاءِ مسلِمينَ فصاروا كفَّارًا

Dari Abu Umaamah, ia berkata: “Mereka (khawaarij) ini sejelek-jelek orang yang dibunuh di bawah naungan langit ini. Dan sebaik-baik orang yang terbunuh di bawah naungan langit ini adalah orang-orang yang mereka bunuh. (Mereka ini) Anjing-anjing penghuni neraka. Dahulunya mereka muslim, tapi sekarang kaafir*.”

قُلتُ: يا أبا أمامةَ، هذا شيءٌ تقولُهُ ؟

Aku (Abu Ghalib) berkata : Wahai Abu Umaamah, apakah ini perkataan yang datang darimu (semata)?

قالَ: بل سَمِعْتُهُ من رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ

Abu Umaamah menjawab: Bahkan aku mendengar hal seperti itu dari Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam.

(Hasan; HR ibnu Maajah, dihasankan al albaaniy)

*Khilaf diantara salafush shaalih, apakah khawaarij itu kaafir? ataukah masih muslim? Simak: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/03/apakah-khawaarij-kafir.html]

TAPI bukanlah MEMBENARKAN kita sembarangan menjual laqab “anjing-anjing neraka” pada orang-orang (tertentu) yang teracuni pemahaman khawarij!

Yaa akhi… “Anjing-anjing neraka” ini adalah vonis hukuman aakhirat!

Sekalipun ada seorang oknum MATI diatas pemahaman khawarij, TIDAK BERARTI MELEGALKAN kita untuk melaqabkannya “anjing neraka”!

Tahu darimana kita, bahwa nasib di akhiratnya (secara individunya) bahwa ia dipastikan menjadi “anjing neraka” kelak di aakhirat?

“Khawarij anjing-anjing neraka” ini lafazh muthlaq. Adapun “fulan anjing neraka” maka ini muqayyad (dikaitkan pada individu tertentu). Tidak sama keduanya! Bahkan ini perkataan YANG AMAT SANGAT BERBAHAYA, dan juga salah satu bentuk kurang adabnya dihadapan Allaah. yang mana ia seakan-akan hendak mengabarkan dan memastikan nasib akhirat seseorang tertentu dihadapan Allaah!

Sesungguhnya tidak kita pungkiri, dan kita yakin seyakin-yakinnya akan kebenaran sabda nabi “khawarij adalah anjing-anjing neraka”… Tapi ingat berkaitan dengan person, apalagi person-peson (dlm jumlah yg banyak); maka ini kita tidak mengetahui nasib aakhiratnya!

Bukankah khawaarij adalah pelaku dosa besar; yg nasib aakhiratnya dibawah kehendak Allaah? Jika Allaah menghendaki, maka akan diadzabNya; jika Allaah menghendaki, maka Dia akan ampuni?!!!

Maka siapakah kita… hendak mendahului ketentuanNya? Siapakah kita yang hendak mengabarkan dan memastikan khabar ghaib, yang hanya diketahui Allaah?! Maka hendaknya kita bertaqwa kepada Allaah atas lisan/tulisan dan perbuatan kita!

Ini bagi mereka YANG SUDAH MATI diatas pemahaman khawarijnya; dan tidak diketahui ia bertaubat darinya. Maka bagaimana lagi yang MASIH HiDUP! Tentu LEBIH TIDAK DIBENARKAN lagi pemberian vonis seperti ini!!!

Diriwayatkan oleh al Bukhaariy dalam shahiihnya, pernah Rasuulullaah qunut nazilah pada shalat shubuh, yang diantara doa diqunut tersebut adalah:

اللهم العن فلانا وفلانا

Yaa Allaah, laknatlah fulaan dan fulaan [fulan dan fulan ini MASIH HIDUP]

Maka turunlah firmanNya:

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ . وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu… Apakah Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS Aali ‘Imraan: 128-129)

[HR al Bukhaariy dan selainnya]

Ini doa nabi kepada MUSYRIKIIN… Yang mana pemahamannya, keyakinannya, dan pengamalannya LEBIH JELEK daripada khawaarij!

Tapi lihatlah… Rasuulullaah sendiri DITEGUR ALLAAH… Allaah melarang beliau melaknat KAUM MUSYRIKIN YANG MASIH HIDUP…

Bahkan Allaah berfirman:

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu… Apakah Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim

Perhatikan pada firmanNya أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ “Apakah Allaah menerima taubat mereka”

Maka ini jelas mengindikasikan, bahwa selama mereka masih hidup, MASIH ADA KEMUNGKINAN mereka BERTAUBAT, lalu Allaah menerima taubat mereka! Maka jangan sampai kita putus asa terhadap rahmat Allaah atas mereka!

Makanya Allaah melanjutkan firmanNya:

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Agar kita sadar KEMAHA KUASAAN ALLAAH… Allaah itu Maha Kuasa membolak-balikkan hati-hati hambaNya… Bisa jadi hari ini kafir yang amat kafir, tapi siapa tahu besok? Bisa jadi hari ini mukmin, tapi siapa tahu besok?

Maka janganlah kita sampai tidak beradab dihadapanNya… Janganlah sok-sok’an dihadapanNya… Janganlah kita mengatakan sesuatu tanpa dasar ilmu (dan pemvonisan kita terhadap nasib akhirat seseorang… ini merupakan perkataan tanpa ilmu!)… Janganlah kita sampai putus asa terhadap rahmat Allaah dalam diri seseorang[2. Simak artikelnya: http://abuzuhriy.com/larangan-berputus-asa-dari-rahmat-allah/]… Jangan sampai kebencian kita terhadapnya dan terhadap perbuatannya; menjadikan kita melampaui batas dalam perkataan dan perbuatan kita…

Maka jangan sampai kita lancang-lancangnya memvonis nasib aakhirat seorang (bahkan ia masih MUSLIM) yang MASIH HIDUP ditengah-tengah kita, yang kita belum tahu akhir hidupnya!

Maka bagaimanakah kita, jika hari ini kita mencelanya demikian; lantas besok keadaan berbalik?! Semoga Allaah menjaga kita dari kesombongan dan kesewenang-wenangan…

Kalaupun dia mati diatas pemahaman dan amalan sesat, menyimpang dan melampaui batas; tapi dia masih mati dalam keadaan muslim…

Maka jangan lupakan ayatNya:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala DOSA yang SELAIN dari (SYIRIK) itu, bagi SIAPA yang DIKEHENDAKI-Nya

(an Nisaa’ 48 & 116)

Kebencian kita akan kezhaliman mereka, jangan sampai menjerumuskan kita kepada kezhaliman terhadap diri kita sendiri! Maka jangan sampai kebencian kita pada suatu kaum, menjadikan kita melampaui batas dalam perkataan dan perbuatan kita.

Semoga Allaah menambahkan kepada kita ILMU dan semangat (mengamalkannya)

2 Komentar

Filed under Adab

2 responses to “Sembarangan melaqabkan “anjing neraka”

  1. ayas

    Yg berhak memvonis itu ya Ulama yg sudah menegakkan hujjah atas mereka yg berfaham khowarij, krn klo tidak maka selamanya kita kebingungan si fulan sesat atau tidak setelah tegak hujjah atasnya

    • Betul, yang memvonis ulama. Tapi yang dibahas disini melaqabkan ‘anjing neraka’ pada person tertentu, baik berjumlah satu, apalagi banyak.

      Kalaupun seseorang tertentu yang sudah tervonis ‘khawarij’, bukan berarti sembarang divonis pula dengan ‘anjing neraka’, karena ini perkara ghaib. Tidak boleh kita berbicara tanpa dasar ilmu dalam hal ghaib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s