Renungan terhadap kehidupan yang AMAT SINGKAT

Ayahku (rahimahullaah) pernah menuliskan:

“HIDUP yang SINGKAT akan diganti dengan MATI yang lebih LAMA sambil menunggu pengadilan AKHIRAT. Mudah-mudahan dengan hidayah Allah (kita diberi kemudahan untuk dapat bertaubat dan memohon ampun kepadaNya), (yang dengan itu, kita berharap) dosa-dosa yang telah kita mohonkan pengampunanNya,(agar) diampuni(Nya)… Kalau (kita) belum (bertaubat dan beristighfar kepadaNya) … (Maka ketahuilah! sesungguhnya) Allah sementara menunggu istighfar hambaNya yang ikhlas… Mari bersegara untuk dapatkan taubatan nasuha…”

[Diambil dari salah satu Postingan facebook beliau; dengan koreksi penulisan, dan penambahan ‘dalam kurung’ untuk memudahkan bacaannya]


Pembahasan

“HIDUP yang SINGKAT akan diganti dengan MATI yang lebih LAMA sambil menunggu pengadilan AKHIRAT.”

Benar, berapa banyak manusia yang telah wafat ribuan tahun yang lalu yang sampai hari ini, masih pada alam barzakhnya. Menanti sangkakala ditiupkan, dimana ketika itu bangkitlah manusia dari alam kuburnya, untuk dihisabNya.

Dalam penantian ini, sesungguhnya manusia terbagi menjadi dua golongan, Golongan pertama yang menanti hari aakhirat dengan kesenangan (dengan nikmat kubur yang dirizkikan Allaah kepadanya); merekalah orang-orang beriman dan beramal shaalih. Sedangkan golongan kedua, menanti hari aakhirat dengan penuh kesulitan (karena adzab kubur yang dideritanya). Semoga kita diselamatkan dari adzab kubur, dan dianugerahkan nikmat kubur; aamiin.

Ingatlah, masa hidup kita ini sungguh amat singkat jika kita membandingkannya dengan lamanya masa penantian kita di alam barzakh… Dan ingatlah… masa penantian kita di alam barzakh sungguh TIDAK ADA BANDINGANNYA dengan kehidupan ABADI yang menanti kita setelahnya!

Maka jangan sampai kita terlalaikan akan hal ini… Sungguh syaithan memberi angan-angan yang panjang kepada manusia, menipunya seakan-akan ia akan hidup 1000 tahun lamanya; atau bahkan sekaan-akan kehidupan yang kita jalani hanyalah kehidupan dunia ini… Sungguh tidak demikian…

Sesungguhnya akan mendatangi kita, sakratul mawt, yang kita tidak tahu bagaimana keadaan kita ketika ia mendatangi… Dan sesungguhnya akan mendatangi kita, alam kubur, yang kita tidak tahu bagaimana keadaan kita ketika ia mendatangi… Dan sesungguhnya akan mendatangi kita, hisab, yang kita tidka tahu bagaimana proses dan akhir hisab kita… Dan sesungguhnya akan mendatangi kita, keputusanNya yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana, yang kita tidak mengetahui dimana tempat kesudahan kita.

Maka mengapa kita terlalaikan dengan angan-angan kosong syaithan? Maka mengapa kita menunda taubat, dan tetap terus menerus diatas keburukan dan kelalaian?

“Mudah-mudahan dengan hidayah Allah (kita diberi taufiq untuk bertaubat dan memohon ampun kepadaNya), (yang dengan itu, kita berharap) dosa-dosa yang telah kita mohonkn pengampunanNya,(agar) diampuni(Nya)…”

Ingatlah… Sesungguhnya hidayah Allaah itu tidak datang dengan sendirinya sebagaimana rizkiNya tidak turun dari langit begitu saja… Maka raihlah hidayahNya dengan menempuh jalanNya yang lurus, sebagaimana kita meraih rizkiNya dengan menempuh jalan yang menjadi sebab datangnya rizki.

Dan tiada yang lebih berharga dibandingkan diberiNya taufiq kepada kita untuk bertaubat kepadaNya… Karena sesungguhnya manusia itu tempatnya salah, dan lupa… Yang dengannya hendaknya kita selalu kembali kepadaNya dengan bertaubat kepadaNya.

Kita berharap kepadaNya agar Dia memberi taufiq kepada kita, yang dengan taufiq tersebut kita bertaubat dan beristighfar dengan benar kepadaNya. Yang dengannya, kita berharap agar Dia mengampuni segala dosa-dosa dan kesalahan kita yang amat banyak.

Kalau (kita) belum (bertaubat dan beristighfar kepadaNya) … (Maka ketahuilah! sesungguhnya) Allah sementara menunggu istighfar hambaNya yang ikhlas… Mari bersegara untuk dapatkan taubatan nasuha…”

Maka hendaknya orang-orang yang masih jauh dari taubat dan istighfar… Mengingat kembali hakikat kehidupan ini, mengingat akan kematiannya yang tidak lama lagi akan mendatangi, mengingat masa penantian di alam kubur yang amat lama, mengingat nasibnya pada kehidupan setelah kematian!

Ketahuilah, bahwa Allaah membuka tanganNya di malam hari, untuk menerima taubat hamba-hambaNya yang melampaui batas dan banyak berdosa di siang hari. Ketahuilah, bahwa Allaah membuka tanganNya di siang hari, untuk menerima taubat hamba-hambaNya yang melampaui batas dan banyak berdosa di malam hari. Sebagaimana disabdakan Rasuulullaah:

إن الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Ta’ala membentangkan tagan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat.”

(HR. Muslim)

Maka benarlah akan firmanNya:

‎أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

‪(Al Maa-idah: 74)‬

Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat ini:

“Allah menyeru kepada

– orang yang mengklaim bahwa al-Masih (Nabi Isa) adalah Allah,
– orang yang mengklaim bahwa al-Masih adalah anak Allah,
– orang yang mengklaim bahwa Uzair adalah anak Allah,
– orang yang mengklaim bahwa Allah itu fakir,
– orang yang mengklaim bahwa Tangan Allah terbelenggu,
– dan orang yang mengklaim bahwa Allah adalah ketiga unsur dalam trinitas;

agar (memohon ampun dan bertaubat) kepadaNya”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menafsirkan ayat di atas sebagai berikut:

“Maksud ayat dari surat az-Zumar tersebut adalah larangan berputus asa dari rahmat Allah, meski dosa-dosa yang dilakukannya besar. Tidak diperbolehkan bagi siapapun untuk berputus asa dari rahmat Allah”

Ketika menjelaskan surat Az Zumar ayat 53 di atas, Ibnu Abbas mengatakan,

“Barangsiapa yang membuat seorang hamba berputus asa dari taubat setelah turunnya ayat ini, maka ia berarti telah menentang Kitabullah ‘azza wa jalla. Akan tetapi seorang hamba tidak mampu untuk bertaubat, hingga Allah memberi taufik padanya untuk bertaubat.”

(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)

Maka janganlah kita menunda-nunda taubat kita, segeralah kembali kepadaNya. Jangan sampai kematian datang kepada kita, sedangkan kita belum bertaubat kepadaNya.

Allaah berfirman:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ

“Dan Taubat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang berbuat kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seorang diantara mereka barulah dia mengatakan, ‘Saya benar-benar taubat sekarang.’”

(QS. An-Nisa : 18)

Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama nyawa belum sampai di tenggorokan (yaitu sebelum sakratul maut).”

(HR At Tirmidzi)

Juga sabdanya:

من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها، تاب الله عليه

“Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah akan terima taubatnya.”

(HR Muslim)

Maka apakah kita baru akan bertaubat setelah nyawa kita di tenggorokan kita? Apakah kita lupa atau tidak mengambil pelajaran dari kisah fir’aun?

Allaah berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ

…hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia:

آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

”Saya percaya bahwa tidak ada Ilah melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan!?

(QS. Yunus 10 : 90-91)

Maka segeralah bertaubat, dengan taubat yang benar (bacalah: http://abuzuhriy.com/tiga-wasiat-nabi-shallallahu-‘alayhi-wa-sallam-23/)… Bertaubatlah, saat ini juga… Siapakah yang dapat memastikan kita hidup esok pagi? Bahkan siapakah yang dapat memastikan kita hidup sejam lagi? Bahkan siapa yang memastikan kita hidup semenit lagi!? Tidak ada. Maka apa yang menghalangi kita dari menunda taubat kepadaNya?!

Maka jangan sampai ajal kita mendatangi kita, sedangkan kita belum bertaubat serta beristighfar kepadaNya. Jangan sampai kita tertipu dengan angan-angan kosong yang dibisikkan syaithan, sehingga kita menunda taubat, merasa kita masih bisa hidup lebih lama (padahal kita tidak tahu berapa lama lagi kita diberikan kehidupan!)

Maka hendaknya kita bertaubat kepadaNya, dengan taubat yang nasuuh, yang semoga dengan itu kita diampuniNya, yang semoga kita ditetapkan diatasNya dan diberi hidayah untuk senantiasa bersegera kembali kepadaNya apabila kita tergelincir aamin.

Kita tutup dengan firmanNya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

(at Tahriim: 8)

Semoga Allaah memberikan kita hidayah untuk senantiasa kembali kepadaNya, dan semoga Dia mengampuni dosa-dosa kita, dan dosa-dosa kedua orang tua kita. Aamiin.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Dzikrul Maut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s