Bersama dengan Rasuulullaah di Surga

Bagi mereka yang merindukan Rasuulullaah, dengan sebenar-benar kerinduan…

Maka hendaknya mereka bersemangat memperbanyak shalat sunnah! Kenapa demikian? Karena jika kita wafat dalam keadaan demikian, maka diharapkan kita akan BERSAMA BELIAU di surga!

Berkata Rabii’ah bin Ka’ab al Aslamiy :

كنت أبيت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فأتيته بوضوئه وحاجته فقال لي :

“Aku bermalam di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu aku menghampiri beliau dengan membawa air wudhu untuk beliau, maka beliau berkata kepadaku:

سل

”Mintalah.”

فقلت : أسألك مرافقتك في الجنة قال

Maka aku berkata:”Aku meminta untuk bisa menyertaimu di Surga.” Beliau berkata:

أو غير ذلك

”Ataukah ada permintaan selain itu?”

قلت : هو ذاك قال

Aku jawab:”Itulah permintaanku.” Nabi berkata:

فأعني على نفسك بكثرة السجود

”Maka bantulah aku dengan engkau memperbanyak sujud (shalat).”

(HR Muslim, dll)

Berkata an Nawawiy:

Didalamnya terdapat penekanan untuk memperbanyak sujud, dan anjuran untuk hal tersebut. Dan yang diinginkan dari “sujud” disini, adalah Shalat (yaitu shalat sunnah).

(Syarh Shahiih Muslim)

Maka perbanyaklah jumlah shalat sunnah kita…

Yang dahulu belum pernah atau jarang mengerjakan shalat malam, hendaknya mulai shalat di akhir malam dengan 2 raka’at shalat tahajjud dan 1 raka’at witr. Kemudian dirutinkan

Yang dahulu belum pernah atau jarang shalat rawaatib; maka hendaknya mulai shalat rawatib dengan merutinkan 12 raka’at yang telah dianjurkan kepada kita; yaitu 4 qabliyah zhuhur, 2 ba’diyah zhuhur, 2 ba’diyah maghrib, 2 ba’diyah ‘isyaa`, dan 2 qabliyah shubuh, Kemudian rutinkanlah. Yang kemudian kita bisa menambahkan dengan tambahan 2 raka’at ba’diyah zhuhur (menjadi 4), 4 raka’at sebelum ashar, serta 2 raka’at setelahnya[1. Adapun permasalahan “shalat sunnah setelah ‘ashr” maka bisa disimak pada hadits-hadits berikut:

عن عائشة قالت مَا تَرَكَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اْلعَصْرِ عِنْدِيْ قَطّ

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan dua raka’at ba’da ‘Ashar di sisiku”.

Dalam riwayat lain :

عن عائشة قالت صَلاتَانِ مَا تَرَكَهمَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ بَيْتِيْ قَطّ سِرًا وَلا عَلانِيَةً رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ اْلفَجْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اْلعَصْرِ

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Dua shalat yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam di rumahku dalam keadaan apapun yaitu : Dua raka’at sebelum Fajar/Shubuh dan dua raka’at setelah ‘Ashar”

Dalam riwayat lain:

عن عائشة قالت مَا كَانَ النّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِيْنِيْ فِيْ يَوْم بَعْدَ اْلعَصْرِ إِلا صَلَّى رَكْعَتَيْنِ

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata : “Tidaklah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasalam mendatangiku di suatu hari setelah ‘Ashar melainkan beliau mengerjakan shalat dua raka’at”

(HR. Al-Bukhari nomor 566-568)

Adapun pelarangan shalat ‘setelah ashar’, maka ini ketika matahari memerah. Adapun matahari masih putih dan tinggi; maka tidak mengapa shalat sunnah.

Berdasarkan hadits Dari ‘Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :

لا يُصَلِّى بَعْدَ اْلعَصْرِ إِلا أَنْ تَكُوْنَ الشَمْسُ بَيْضَاءَ مُرْتَفِعَة

“Janganlah seseorang shalat setelah ‘Ashar kecuali bila matahari masih putih dan tinggi’

(HR. Ibnu Khuzaimah nomor 1284 – lihat pula yang semakna di nomor 1285; Abu Dawud nomor 1274; An-Nasa’i dalam Al-Mujtabaa nomor 573, dan lain-lain; shahih)

Bahkan dianjurkan shalat sunnah, sebagaimana Rasuulullaah shalat sunnah, dan tidak pernah meninggalkannya] 2 raka’at sebelum maghrib; serta 2 raka’at sebelum ‘isya.

Yang dahulu belum pernah atau jarang shalat dhuha; maka hendaknya mulai shalat dhuha dengan merutinkan 2 raka’at atau 4 raka’at. Boleh menambahkan jumlah raka’atnya semampu kita.

Yang dahulu belum pernah atau jarang shalat intizhar (yaitu shalat menunggu khatib datang, di hari jumu’at) maka hendaknya ia shalat, dan memperbanyak shalatnya semampunya.

Imam Nafi’ rahimahullah berkata: ”Dahulu Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma terus-menerus shalat (sunnah) pada hari jum’at, apabila tiba waktu keluarnya imam (khathib) beliau duduk (berhenti dari shalat) sebelum imam keluar.” (Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf 3/210)

Yang dahulu belum pernah atau jarang shalat sunnah setelah wudhu’, maka hendaknya mulai merutinkannya.

Demikian pula berusaha memperbanyak shalat sunnah lainnya, yang telah disyari’atkan Allaah dan RasulNya (yang tidak disebutkan disini)

Barangsiapa yang Allaah mudahkan hatinya dari jalan ini (yaitu shalat)… maka hendaknya ia berusaha untuk tetap diatasnya.

Yang kemudian setelah itu, hendaknya kita menyempurnakannya dengan berakhlaq baik kepada sesama.

Karena sesungguhnya beliau bersabda

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِكُمْ

“Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya.”

(Shahiih, HR. Ahmad)

Juga sabda beliau,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya orang yang PALING AKU CINTAI di antara kalian dan yang PALING DEKAT KEDUDUKANNYA DENGANKU di hari kiamat kelak adalah orang yang TERBAIK AKHLAQnya.”

(HR at Tirmidziy)

Yang semoga kelak ketika ia wafat, ia akan dikumpulkan bersama Rasuulullaah disurga, yang kita juga berharap didekatkan Allaah dengan beliau. Dan sungguh inilah setinggi-tingginya pengharapan.

Maka Semoga kita termasuk orang-orang yang dikumpulkan disurga bersama Rasuulullaah, dan didekatkan dengannya. Aamiin.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Ibadah, Shålat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s