Faidah QS. Fushshilat 6-7

Allaah berfirman

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah: sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwasanya sesembahan kalian (yg berhak untuk disembah) hanyalah sesembahan yang satu (yaitu Allaah)

فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ

Maka tetapkanlah (jalan kalian kepada jalan yang) menuju (kepada)Nya [dengan beriman kepadaNya, mentauhidkan peribadatan hanya kepadaNya seraya meninggalkan segala bentuk peribadatan pada selainNya] dan beristighfarlah kepada-Nya…

وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ

Dan kecelakaanlah (neraka wail), bagi orang-orang yang menyekutukan Allaah

[ayat 6]

الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang tidak membersihkan diri mereka (dengan tidak mau mempersaksikan ketauhidan Allaah) dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”.

[ayat 7]

(QS. Fushshilat : 6-7)

Faidah

1. Rasuulullaah adalah manusia biasa sebagaimana manusia lainnya, akan tetapi beliau adalah Rasul yang diutus Allaah untuk menyampaikan agama yang haq.

2. Tujuan utama diutusnya beliau adalah agar manusia mentauhidkan Allaah, dan meninggalkan segala sesembahan yang disembah bersamaNya.

3. Perintah agar menetapi jalan yang lurus, yaitu mentauhidkan Allaah dan berpegang teguh diatasnya; seraya meninggalkan segala bentuk kesyirikan.

4. Perintah agar bertaubat dari kesyirikan.

5. Kecelakaan atau neraka wail bagi orang-orang yang menyekutukan Allaah; yaitu mereka yang menolak mempersaksikan ketauhidan Allaah, dan mereka kafir terhadap kehidupan aakhirat

6. Keutamaan orang yang beriman dan beramal shaalih, bahwa bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Kita bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allaah, Dialah satu-satuNya sesembahan kita, tiada sekutu bagiNya. Kita pun bersaksi bahwa Muhammad bin Abdillaah adalah hamba dan RasulNya.

Kita memohon kepadaNya agar kita diberi hidayah agar dapat menempuh jalan ketauhidan, lurusnya iman dan tegar diatas amalan shaalih dan ditetapkan diatasnya hingga akhir hayat kita; dan kita berlindung kepadaNya dari segala bentuk kesyirikan kepadaNya syirik akbar maupun syirik ashghar, yang nampak maupun yang tersembunyi.

Kita memohon ampun kepadaNya atas dosa, kesalahan, kekurangan, serta kelalaian kita dihadapanNya… Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha Penyayang kepada hambaNya yang mentauhidkanNya, yang beriman kepadaNya, yang beramal shaalih, yang senantiasa kembali, bertaubat serta memohon ampun kepadaNya…

Serta kita memohonkan kepadaNya agar kita termasuk hamba-hambaNya yang diberi karunia dan pahala yang tiada putus-putusnya…

Aamiin…

Semoga bermanfaat

[sumber rujukan dan inspirasi : tafsiir ath thabariy, ibnu katsiir, serta al qurthubiy]

Tinggalkan komentar

Filed under al-Quran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s