Renungan terhadap diri ketika dipuji

Mungkin ada sebagian manusia, yang ketika dipuji maka yang ada pada dirinya justru rasa takut, khawatir, bahkan mungkin terteteskan air mata pada wajahnya… Bukan air mata kegembiraan… Tapi air mata karena malu dihadapan Allaah, kemudian malu terhadap diri sendiri…

=> Ia teringat keburukan-keburukannya, kejelekan-kejelekannya, kekurangan-kekurangannya… Sehingga ia tidak merasa pantas dengan pujian tersebut; seandainya Allaah membongkar aibnya, maka sungguh keburukannya itu lebih dominan daripada kebaikannya; shg tidak pantas yg diangkat darinya adalah kebaikannya.

=> Terpikirkan pula olehnya bahwa segala kebaikan yang dilakukannya itu adalah karena taufiq dari Allaah. Kalau sekiranya Allaah tidak memberinya taufiiq, maka pastilah dia hanyut diatas kejelekan dan keburukan

=> Terenungkan pula olehnya perihal pelaksanaan kebaikan yang dilakukannya tersebut… Sungguh jika ia jujur melihat kebaikannya tersebut, tentulah ia mendapati kebaikan tersebut masihlah banyak kekurangannya.. Baik dari segi zhahir, maupun bathin… Apalagi menyangkut amalan hati…

Hatinya pun mengingatkannya firman Allaah

ويُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا

dan mereka suka supaya dipuji terhadap apa-apa yang belum/tidak mereka kerjakan

(QS. Aali ‘Imraan: 188)

Hatinya juga mengingatkan sabda Rasuulullaah, tentang nasib orang-orang yang riyaa’ dihari kiamat, yang mana balasan pujian telah mereka dapatkan di dunia… sedangkan tiada balasan bagi mereka di aakhirat, kecuali adzab yang pedih.

Teringatkan pula hatinya, bahwa tentang abu bakar; yang apabila dipuji ia mengatakan pada dirinya:

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy,

Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri

وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ

wa ana a’lamu bi nafsii minhum.

dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ

Allahummaj ‘alniy khoiron mimmaa yazhunnuun,

Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan

وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

(Ya Allaah) ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka

Abu Bakar yang amalnya sungguh luar biasa… Masih berucap demikian ketika dipuji… Maka sungguh, ia, yang amalnya lebih jelek, lebih banyak kekurangannya dari pada abu bakar… lebih sangat pantas untuk mengucapnya…

Ternyata dengan renungan inilah mereka menangisi diri-diri mereka…

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s