Tiga Makna ‘Masjid’

1. Makna pertama: Seluruh permukaan bumi, yang dengannya kita diperbolehkannya untuk shalat. Seperti di hutan, di padang pasir, dan lain-lain; KECUALI WC, Kuburan, tempat bernajis atau tempat-tempat lain yang dilarang syari’at untuk shalat padanya.

Maka, ini disebut dengan ‘masjid’, tapi padanya tidak berlaku hukum-hukum masjid. Seperti shalat sunnah tahiyatul masjid, i’tikaaf, dan lain-lain.

Hadits-hadits yang berkaitan tentang hal ini seperti:

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي

“Diberikan padaku lima hal yang tidak diberikan kepada seorang Nabipun sebelumku;

جُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا

(diantaranya) bumi dijadikan untukku sebagai tempat bersuci dan MASJID (yaitu tempat untuk shalat)…

[HR Ahmad dan selainnya, shahiih]

Juga hadits:

وَالْأَرْضُ لَكَ مَسْجِدٌ فَحَيْثُمَا أَدْرَكْتَ الصَّلَاةَ فَصَلِّ

Dan bumi bagimu adalah masjid (tempat shalat), maka DIMANA SAJA kamu mendapatkan (waktu) shalat, maka shalat-lah .

(Shahiih. HR an Nasaa-‘iy, dll)

2. Makna kedua: Suatu tempat atau ruangan yang dikhususkan untuk shalat. Seperti contoh tempat/ruangan yang ada didalam rumah, atau pasar/mall, atau tempat kerja (pabrik/kantor/dll), yang dikhususkan pada tempat tersebut untuk shalat.

Maka ini pun juga disebut dengan ‘masjid’, atau kita kenal dengan sebutan ‘mushalla’ (tempat shalat). Maka para ulama berbeda pendapat, apakah padanya berlaku hukum-hukum masjid, atau tidak? Adapun jumhuur menyatakan bahwa tidak berlaku padanya hukum-hukum masjid.

Adapun hadits-hadits yang berkaitan tentang hal ini,

– Yaitu hadits ‘Aa-isyah yang menceritakan bahwa Abu Bakar yang menjadikan sebagian petak rumahnya sebagai ‘masjid’, yang biasa digunakannya untuk shalat dan membaca al Qur-aan (Lihat Shahiih al Bukhaariy no. 3905) [simak pembahasan tentang ini disini: http://aloloom.net/vb/archive/index.php/t-1084.html]

– Demikian pula tentang ‘masjid pasar’ (atau masjid tempat kerja, seperti kantor/pabrik/dll), sebagaimana dalam hadits:

صَلَاةُ أَحَدِكُمْ فِي جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي سُوقِهِ وَبَيْتِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

”Shalat seseorang dengan berjamaah (di masjid) lebih berlipat pahalanya 25/27 derajat daripada shalat (sendiriannya) di rumahnya atau di pasarnya…”

Imam al Bukhaariy memberikan bab terhadap hadits diatas:

باب الصلاة في مسجد السوق

Baab : Shalat di Masjid Pasar

Kemudian beliau berkata:

وصلى ابن عون في مسجد في دار يغلق عليهم الباب

dan Ibnu ‘Awn shalat di Masjid yang ada dirumahnya yang pintunya ditutup (yang tidak dimasuki orang banyak)

Perlu diperhatikan! Bahwa sangat dianjurkan bagi kita untuk memiliki ‘masjid’ didalam rumah, diistilahkan dengan ‘masjidul bayt’, yaitu tempat khusus shalat didalam rumah yang biasa dipergunakan untuk shalat. Sebagaimana dahulu, diantara kebiasaan salafush shaalih adalah mereka memiliki ‘masjid’ didalam rumah-rumah mereka, sebagaimana dikatakan ibnu hajar dalam al fath. Bahkan sebagian ulama menyebutkan, ‘masjidul bayt’ ini adalah diantara SUNNAH YANG DITINGGALKAN di zaman ini.

3. Makna ketiga: Suatu bangunan yang berdiri sendiri (diatas tanah waqaf), yang asas pembangunannya untuk pelaksanaan shalat wajib lima waktu, yang digunakan oleh umumnya kaum muslimin.

Maka ini juga disebut dengan ‘masjid’, dan di tempat inilah berlaku hukum-hukum masjid. Baik ukurannya besar atau kecil. Adapun masjid yang diadakan shalat jum’at dan jamaa’ah, maka ia disebut masjid jami’. Adapun masjid yang hanya mengadakan shalat wajib lima waktu, tapi tidak untuk shalat jum’at; maka ia disebut masjid jamaa’ah.

Adapun nushuush yang berkaitan tentang hal ini adalah:

Firman Allaah:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (at taubah: 18)

Rasuulullaah bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ في بَيْتِهِ فَأَحْسَنَ الوُضُوء ، ثُمَّ أَتَى المَسْجِد ؛ فَهُوَ زَائِرُ الله ، وَحَقٌّ عَلَى المَزُورِ أَنْ يُكْرِمَ الزَّائِر

“Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya dan memperbaiki wudhunya kemudian dia mendatangi masjid, maka dia adalah orang yang berziarah kepada Allah, dan sudah kewajiban bagi yang diziarahi untuk memuliakan orang yang berziarah.”

(diriwayatkan oleh ath-Thabarani; dihasankan al Albaaniy dalam ash-Shahihah: 1169)

Dalam riwayat lain:

إن بيوت الله في الأرض المساجد وإن حقا على الله أن يكرم من زاره فيها

”Sesungguhnya rumah-rumah Allaah di bumi adalah masjid-masjid, dan sesungguhnya wajib bagi Allaah untuk memuliakan orang yang berziarah didalamnya”

(Juga diriwayatkan ath thabraaniy; namun pada sanadnya terdapat: ‘Abdullah al-Karmani, dan ia seorang perawi yang lemah)

Apa bedanya point 2 dan point 3?

Perbedaan point 2 dan point 3, terletak pada asas utama bangunan. Adapun point 2, asas utama bangunannya bukan khusus dijadikan sebagai tempat shalat; ia bisa jadi rumah atau pasar atau tempat kerja, yang kemudian pada sebagian petak tanah darinya dijadikan ‘tempat khusus untuk shalat’. Adapun point 3, seluruh bangunannya hanya semata-mata diasaskan untuk shalat. Sehingga point ke-2 ia adalah ‘mushalla’, tapi bukan masjid (yang hakiki); yang tidak berlaku hukum-hukum masjid. Adapun point ke 3, maka ia ‘mushalla’ (dalam artian tempat shalat) SEKALIGUS masjid; yang berlaku padanya hukum-hukum masjid. (simak juga: http://abuzuhriy.com/antara-mushalla-dan-masjid/)

(Simak pembahasan lebih dalam, perihal hukum-hukum lain yang berkaitan tentangnya, disini: http://www.almoslim.net/node/191962)

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Filed under Ahkam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s