Lafazh adzan yang berbeda pada saat hujan… MESKIPUN RINTIK-RINTIK

Hadits pertama

Dari Usamah bin ‘Umair radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata:

رأيتنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم زمن الحديبية ومطرنا مطراً فلم تبل السماء أسفل نعالنا فنادى منادي النبي صلى الله عليه وسلم أن صلوا في رحالكم

“Dahulu kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu Hudaibiyah dan hujanpun menimpa kami, (tapi hujan tersebut) TIDAK SAMPAI MEMBASAHI SANDAL-SANDAL KAMI. Lalu mu’adzin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumandangkan : Shallu Fii Rihaalikum”.

[Shahiih; Diriwayatkan Ahmad, dan selainnya]

Hadits Kedua

Dari Muhammad bin Siiriin, ia berkata:

قال ابن عباس لمؤذنه في يوم مطير

ibnu ‘Abbaas berkata kepada mu’adzinnya disaat hujan:

إذا قلتَ : أشْهدُ أنْ محمدًا رسولُ اللهِ ، فَلا تَقُلْ حَيِّ علَى الصلاَةِ ، قُلْ صَلُّوا في بُيُوتِكُم

.

“Apabila engkau telah melafadzkan : Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah maka jangan mengatakan : Hayya alash sholah akan tetapi katakanlah: ‘Shalluu Fii Buyuutikum’

(Berkata ibnu Siiriin)

فكأنَّ الناسَ اسْتَنْكَرُوا ، قال :

Lalu manusia (mendengarkannya seolah-olah) mengingkari masalah tersebut. Ibnu Abbas lalu berkata :

فَعَلَهُ مَن هو خيْرٌ مِنِّي ، إنَّ الجُمُعَةَ عَزْمَةٌ ، وإنِّي كَرِهْتُ أنْ أُحْرِجَكُم ، فتَمْشونَ في الطِّينِ والدَّحَضِ

Hal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (yaitu Rasuulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)… Sesungguhnya shalat Jum’at itu adalah kewajiban dan aku tidak ingin menyuruh kalian keluar (ke Masjid) lalu kalian berjalan di atas tanah yang becek dan licin”

[HR al Bukhaariy, Muslim dan selainnya]

Hadits Ketiga

Dari Naafi’, ia berkata:

عن ابنِ عمرَ ؛ أنَّهُ نادى بالصلاةِ في ليلةٍ ذاتِ بردٍ وريحٍ ومطرٍ . فقال في آخرِ ندائِه : ألا صلُّوا في رحالكم . ألا صلُّوا في الرِّحالِ . ثم قال

:

Dari ibnu ‘Umar, bahwasanya pernah suatu malam yang dingin yang berangin (kencang) disertai hujan… Maka ia DIAKHIR ADZANNYA ia berkata : “Alaa Shalluu Fii Rihaalikum, Alaa Shalluu Fir Rihaal” kemudian beliau menceritakan:

إنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كان يأمرُ المؤذنَ ، إذا كانت ليلةً باردةً أو ذاتِ مطرٍ ألا صلُّوا في الرِّحالِ

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh muadzdzinnya mengumandangkan adzan pada waktu malam yang dingin atau hujan, (agar pada akhir adzannya mu’adzin itu mengucapkan) : Alaa Shallu Fir Rihaal”.

[Diriwayatkan al Bukhaariy, Muslim, dan selainnya]

Faidah

Jika telah hujan, MESKIPUN TIDAK DERAS (lihat hadits pertama), maka disunnahkan mu’adzin mengganti “hayya ‘alash shalaah” dengan “shalluu fii rihaalikum” (lihat hadits pertama) atau “shalluu fii buyuutikum” (lihat hadits kedua). atau mengucapkan “alaa shallu fii rihaalikum, alaa shalluu fir rihaal” di akhir adzan (lihat hadits ketiga). Semua lafazh tersebut boleh diucapkan, dan kedua caranya (apakah mengganti ‘hayya alash shalaah’, atau tidak menggantinya dan mengucapkan diakhirnya) dibolehkan.

Dalam shahiihnya, imam ibnu hibbaan membuat bab tentang hadits diatas dengan perkataannya:

ذكر البيان بأن حكم المطر القليل وإن لم يكن مؤذيا فيما وصفنا حكم الكثير المؤذي منه

“Penjelasan bahwa hukum hujan yang sedikit (rintik-rintik) yang tidak mengganggu itu SAMA dengan hukum (hujan yang) banyak (/deras) yang mengganggu”

Demikian pula hal tersebut dibaca pada saat malam yang sangat dingin, atau angin yang amat kencang (sebagaimana disebutkan dalam hadits ketiga)

[Inspirasi status: petikan dari artikel almanhaj.or.id, yang diambil dari: “Ahkamusy Syitaa’ Fis Sunnatil Muthahharah”, hal. 41-44; download kitabnya disini: http://www.feqhweb.com/dan3/uploads/13593717532.pdf]

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Ahkam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s