Keutamaan shalat shubuh dan ashar di awal waktu

عن عبد الله بن فضالة عن أبيه قال

Dari Abdullaah bin Fadhaalah dari ayahnya, bahwa beliau mengatakan,

علمني رسول الله صلى الله عليه و سلم فكان فيما علمني : وحافظ على الصلوات الخمس

“Rasulullah mengajariku. Diantara yang beliau ajarkan adalah : ‘jagalah shalat (wajib) yang lima (diawal waktunya)’

قال قلت إن هذه ساعات لي فيها أشغال فمرني بأمر جامع إذا أنا فعلته أجزأ عني فقال

Kusampaikan kepada Nabi, “Sesungguhnya di waktu-waktu tersebut aku memiliki pekerjaan yang menyibukkanku. oleh karena itu, perintahkanlah dengan sebuah perintah yang menghimpun (keutamaan) yang jika aku mengamalkannya, maka (keutamaannya tersebut) mencukupi (kekurangan)ku (karena kesibukanku tersebut, ed)“. Beliau bersabda,

حافظ على العصرين

“(Kalau begitu) Jagalah al-‘ashrayn”

(Berkata Fadhaalah)

وما كانت من لغتنا فقلت : وما العصران ؟ فقال

Dan tidaklah istilah tersebut termasuk dalam bahasa kami, maka aku tanyakan: “Apakah ashrayn itu?”, Maka beliau bersabda:

صلاة قبل طلوع الشمس وصلاة قبل غروبها

Shalat sebelum matahari terbit (shubuh/fajar) dan shalat sebelum terbenamnya (ashar)

[HR Abu Daud, al haakim dll; dinilai shahih oleh al Albaaniy]

Berkata al ‘Iraaqiy (yang membawa penafsiran al bayhaqiy tentang hadits diatas; yang dikatakannya sebagai penafsiran paling baik tentang hadits diatas)

حافظ عليها بأول أوقاتها فاعتذر بأشغال مقتضية لتأخيرها عن أولها فأمره بالمحافظة على الصلاتين بأول وقتهما

(Nabi memerintahkan untuk) menjaganya (yaitu shalat) di awal waktunya. Maka beliau memberi keringanan untuk mengakhirkannya (yaitu menundanya) dari awal waktunya, jika disebabkan kesibukan yang penting, yang tidak bisa ditinggalkan. Kemudian beliau memerintahkan untuk (tetap) menjaga dua shalat (yaitu shubuh dan ashar) diawal waktunya.

Berkata ibnu Hibbaan dalam shahiihnya:

إنما أمره بالمحافظة على العصرين زيادة تأكيد للأمر بالمحافظة على أول وقتهما

Sesungguhnya perintah untuk menjaga shalat shubuh dan shalat ashar, adalah tambahan penekanan dari perintah menjaga shalat diawal waktunya untuk kedua shalat tersebut.

[Sumber dua petikan diatas: http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=30106&page=4]

faidah

1. Bolehnya menunda waktu shalat dikarenakan kesibukan yang penting, yang tidak bisa ditinggalkan.

2. Keutamaan shalat shubuh dan ashar diawal waktu. Yang mana jika kita mengerjakannya diawal waktu, maka ini mencukupi kita. Sebagaimana pertanyaan Fadhaalah diatas yang menanyakan “perintahkanlah padaku sebuah amalan, yang dengan aku mengamalkannya, maka hal itu mencukupiku”.

3. Penekanan perintah untuk tetap mengerjakan shalat shubuh dan shalat ashar diawal waktunya (meski dalam kesibukan)[1. Pada asalnya, shalat lima waktu yang lima dianjurkan untuk dilaksanakan diawal waktunya. Adapun pengkhususan dua shalat diatas, adalah tambahan penekanan dari anjuran tersebut, sebagaimana telah dijelaskan diatas.

Rasuulullaah pernah ditanya tentang amal apakah yang paling utama :

الصَّلاةُ لأَوَّلِ وَقْتِهَا، وَبِرُّ الْوَالِدَيْنِ، وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Shalat di awal waktunya, berbuat baik kepada dua orang tua, dan jihad di jalan Allah”

(Shahiih, HR ath thabraaniy)

Asy-Syaafi’iy berkata :

وَالْوَقْتُ الْأَوَّلُ مِنَ الصَّلَاةِ أَفْضَلُ، وَمِمَّا يَدُلُّ عَلَى فَضْلِ أَوَّلِ الْوَقْتِ عَلَى آخِرِهِ اخْتِيَارُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ، فَلَمْ يَكُونُوا يَخْتَارُونَ إِلَّا مَا هُوَ أَفْضَلُ وَلَمْ يَكُونُوا يَدَعُونَ الْفَضْلَ، وَكَانُوا يُصَلُّونَ فِي أَوَّلِ الْوَقْتِ.

‘Shalat di awal waktu adalah afdlal (lebih utama). Dan yang menunjukkan keutamaan shalat di awal waktu dari yang akhir adalah bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar telah memilihnya (mengerjakan di awal waktu). Dan tidaklah mereka memilih sesuatu kecuali ia mesti lebih utama. Mereka tidak pernah meninggalkan yang utama, dan mereka selalu melaksanakan shalat di awal waktu’.

(Sunan At-Tirmidziy, 1/216)

Ibnu Hajar juga menukilkan perkataan ibnu baththaal:

أَنَّ الْبِدَارَ إِلَى الصَّلَاةِ فِي أَوَّلِ أَوْقَاتِهَا أَفْضَل مِنْ التَّرَاخِي فِيهَا ؛ لِأَنَّهُ إِنَّمَا شَرَطَ فِيهَا أَنْ تَكُونَ أَحَبّ الْأَعْمَالِ إِذَا أُقِيمَتْ لِوَقْتِهَا الْمُسْتَحَبِّ

“Mempercepat pelaksanaan shalat di awal waktunya lebih utama daripada mengulur-ulurnya. Hal itu dikarenakan bahwa dipersyaratkannya shalat menjadi amal yang paling dicintai, apabila dikerjakan pada waktu yang mustahab”

(Fathul-Baariy, 2/9)

Dikecualikan pada dua kondisi, yaitu zhuhur yang masih sangat panas, atau ‘isyaa`, yang mana pada kedua waktu tersebut lebih utama diakhirkan.

Al-Baghawiy rahimahullah berkata :

أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنَ الصَّحَابَةِ، وَالتَّابِعِينَ، فَمَنْ بَعْدَهُمْ، عَلَى أَنَّ تَعْجِيلَ الصَّلَوَاتِ فِي أَوَّلِ الْوَقْتِ أَفْضَلُ، إِلا الْعِشَاءَ، وَالظُّهْرَ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ، فَإِنَّهُ يُبَرِّدُ بِهَا

“Kebanyakan ulama dari kalangan shahabat, taabi’in, dan setelah mereka berpendapat bahwa menyegerakan pelaksanaan shalat-shalat di awal waktu adalah afdlal (lebih utama), kecuali ‘Isyaa’ dan Zhuhur saat hari teramat panas, karena ia dilaksanakan setelah dingin (tidak panas)”

(Syarhus-Sunnah, 2/14)

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda :

إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

“Jika panasnya sangat menyengat, maka tundalah shalat sampai agak dingin. Karena sesungguhnya panas yang menyengat adalah dari uap neraka Jahannam”

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 537)

Dari ‘Aaisyah, ia berkata :

أَعْتَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ، حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ، وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى، فَقَالَ:

“Suatu malam Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakhirkan shalat hingga (hampir) habis waktu malam, dan hingga para jama’ah jama’ah yang ada di masjid tertidur. Kemudian beliau keluar untuk shalat dan bersabda :

إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي

‘Sesungguhnya inilah waktunya (yang paling utama) jika saja tidak memberatkan bagi umatku”

(Diriwayatkan oleh Muslim no. 638)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menegakkan shalat ‘Isyaa’ (berjama’ah) melihat kondisi makmum (para shahabat). Jika memang sudah kumpul, beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyegerakannya, dan apabila melihat mereka terlambat, beliau pun menundanya. Ini sunnah yang berlaku bagi imam, sebagaimana tercantum dalam hadits Jaabir bin ‘Abdillah, dimana ia berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الظُّهْرَ بِالْهَاجِرَةِ، وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ نَقِيَّةٌ، وَالْمَغْرِبَ إِذَا وَجَبَتْ، وَالْعِشَاءَ أَحْيَانًا وَأَحْيَانًا إِذَا رَآهُمُ اجْتَمَعُوا عَجَّلَ، وَإِذَا رَآهُمْ أَبْطَوْا أَخَّرَ، وَالصُّبْحَ كَانُوا أَوْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهَا بِغَلَسٍ

Adalah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Dhuhur pada waktu tengah hari yang terik (haajirah). Dan (melakukan) shalat ‘Asar sewaktu matahari dalam keadaan bersih. Dan (melakukan) shalat Maghrib apabila matahari telah tenggelam. Dan (melakukan) shalat ‘Isya’ tidak tetap waktunya. Apabila beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat mereka berkumpul, maka beliau menyegerakannya. Dan jika beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat mereka terlambat, maka beliau mengakhirkannya. Dan beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam (melakukan) shalat Shubuh ketika fajar telah menyingsing”

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 560)

Sumber: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2013/07/lafadh-hadits-shalat-di-awal-waktu.html]. Meskipun telah mengemukakan udzur dan diberikan keringanan untuk shalat-shalat yang lain, akan tetapi Rasuulullaah tetap memerintahkannya untuk tetap menjaga shalat shubuh dan shalat ashar diawal waktunya. Menunjukkan betapa tingginya keutamaan dan pahala mengerjakan kedua shalat tersebut diawal waktunya.

Karena memang dua shalat tersebut telah di’spesial’kan Allaah didalam beberapa tempat dalam kitabNya.

Sebagaimana firmanNya tentang shalat shubuh:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

[al Israa’ : 78]

Allaah menyebutkan shalat-shalat secara umum, kemudian menyebutkan shalat shubuh secara menyendiri. Kemudian menyebutkan keutamaan shalat shubuh, yang mana ia disaksikan malaaikat.

Sebagaimana pula disebutkan dalam hadits Abu Hurairah :

تفضلُ صلاةٌ في الجميعِ على صلاةِ الرجلِ وحدَه خمسًا وعشرين درجةً قال وتجتمعُ ملائكةُ الليلِ وملائكةُ النهارِ في صلاةِ الفجرِ

Shalat berjamaa’ah mengungguli shalat seorang lelaki secara sendirian dua puluh lima derajat. (Beliau bersabda) dan malaikat malam dan siang berkumpul pada waktu shalat shubuh.

(HR Muslim)

Setelah menyebutkan hadits diatas, Abu Hurayrah membacakan firman Allaah dalam surat al Israa` diatas.

Malaikat juga berkumpul pada shalat ashar, sebagaimana dalam hadits lain:

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ

“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat shubuh dan ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka -dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)-, “Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.”

(HR. Al-Bukhaariy, Muslim, dll)

Juga firmanNya tentang keutamaan shalat ashar:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Jagalah shalat-shalat wajib (pada waktunya), dan (jagalah penunaian) shalat wusthaa/ashar (pada waktunya). Dan berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

[al Baqarah: 238]

Allaah juga lebih mendahulukan menyebutkan dua waktu tersebut, sebelum waktu-waktu shalat yang lain:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari (shubuh) dan sebelum terbenamnya (ashar) dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari (maghrib dan ‘isyaa`) dan pada waktu-waktu di siang hari (zhuhur), supaya kamu merasa senang.

[Thaaha: 130]

Rasuulullaah bersabda:

أَمَا إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُّوْنَ فِي رُؤْيَتِهِ فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوْا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا يَعْنِي الْعَصْرَ وَالْفَجْرَ

Ketahuilah, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak kesulitan melihatNya… sekiranya kalian mampu untuk tidak keberatan mendirikan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maksudnya shalat ashar dan shubuh (fajar).

Kemudian Jarir membaca ayat diatas: وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

(HR Muslim)

Maka hendaknya kita tetap menjaga dua shalat tersebut diawal waktunya, meskipun dalam kesibukan sekalipun. Agar semoga kita kelak termasuk orang-orang yang mendapatkan kelezatan melihat Allaah di surga, yang mana ini merupakan nikmat yang paling tinggi yang mengalahkan segala nikmat surgawi lainnya. Aamiin.

Semoga bermanfaat

1 Komentar

Filed under Ibadah, Shålat

One response to “Keutamaan shalat shubuh dan ashar di awal waktu

  1. lee

    Makasih dalil2 alqurannya pak ustaz
    by Admin ,,,obat batuk anak
    &
    obat batuk ibu hamil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s