Jauhi perangai ini…

Kalau memang kita dapati seorang MUSLIM yang zhahirnya menampakkan kebaikan, tidak perlu diangkat setinggi langit, disikapi SANGAT spesial, sehingga membedakannya dengan orang yang ‘penampilannya tidak sesempurna’ dirinya. Seakan-akan kalau sudah berpenampilan seperti itu, berarti sudah mencapai level “ma’rifat” (ma’rifatus sunnah -atau dikata SUDAH KENAL SUNNAH-)… Sehingga sudah tidak ada lagi ada kewaspadaan padanya… Sehingga kalau mendapati kesalahan padanya pun, maka didiamkan [bukannya dinasehati secara berdua] tapi bahkan mungkin bahkan DIBELA… hanya karena penampilan fisik yang ada padanya, atau hanya karena dianggap ‘satu komunitas’…

Kalau memang kita dapati seorang MUSLIM yang penampilannya (menurut kita) ada beberapa kesalahan… Maka jangan sampai juga disikapi secara berlebihan… langsung direndahkan serendah-rendahnya (meskipun dengan HATI), bahkan seakan-akan wajib untuk dipandang remeh, wajib langsung divonis bodoh (atau bahkan sesat), wajib tidak memberi udzur, dan wajib langsung disebarkan kekurangan dan kesalahannya tersebut; tanpa ada pendekatan dan penasehatan… Hanya karena penampilan fisik yang ada padanya, atau hanya karena dianggap ‘beda komunitas’…

Mereka berdua sama-sama saudara kita… Yang tidak kita sikapi secara berlebihan, kelebihan maupun kekurangannya… Yang salah, tetap kita katakan salah (dan tidak kita bela kesalahannya tersebut); meskipun penampilannya bagus, meskipun satu pengajian. Yang benar, tetap kita katakan benar (dan kita membela kebenaran yang ada padanya); meskipun penampilannya masih ada kekurangan (menurut kita), bahkan meskipun beda pengajian. Kedua sama-sama memiliki hak untuk diberi udzur, jika kita dapati kesalahan/kekurangan darinya. Sama-sama memiliki hak untuk dinasehati dengan baik. Sama-sama memiliki hak untuk dijaga kehormatannya.

Apapun label yang kita angkat-angkat, dan stempelkan pada diri kita. Tapi jika kita memiliki perangai ini, maka itu tidak mengubah hakikat jeleknya perangai ini. Maka semoga kita diselamatkan dari jeleknya perangai ini. Aamiin.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s