Solusi segala permasalahan dengan lima kalimat agung

= 1 =

Seorang yang banyak jatuh kedalam maksiat (yg jatuhnya tersebut bukan hanya sekedar tergelincir, tapi malah kesengajaan; bahkan yang berulang-ulang)… biasanya karena kurangnya pengetahuan atau keyakinannya akan kesempurnaan sifat Allaah Yang Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Yang Mana Dia Maha Keras siksaNya.

Demikian pula… Semakin ia menunda-nunda taubatnya, maka ini pun menunjukkan kurangnya keyakinannya bahwa rahmat Allaah itu sangat luas lagi dekat… Apalagi jika ia merasa ‘kemustahilan’ rahmat Allaah karena banyaknya dosa yang diperbuatnya … Ini jelas kekurangannya terhadap keyakinan akan kesempurnaan sifat Allaah…

Maka hendaknya ia benar-benar MENSUCIKAN ALLAAH, dan benar-benar mengaplikasikan pensucian shifat-shifat Allaah dalam amalnya… Maka hendaknya ia memperdalam kandungan kalimat: “subhaanallaah”, seiring dengan banyak-banyak membacanya sekaligus menghadirkan kandungannya ketika membacanya. Maka akan baiklah pensucianNya terhadap Allaah, dan akan baiklah amal-amalnya.

= 2 =

Seorang yang jauh dari bersyukur kepada Allaah, lupa akan nikmat-nikmatNya, atau lalai dalam mengakui nikmatNya, atau bahkan tidak menyandarkan nikmat padaNya malah menyandarkan pada diri sendiri. maka tandanya sangat kurang rasa syukurnya kepada Allaah. Dengan ini diketahui bahwa sangat kurang padanya efek dari “alhamdulillaah”… Sehingga hendaknya ia mempelajari dan mendalami kembali makna kalimat ini, sekaligus banyak-banyak mengucapkan kalimat ini seiring dengan menghadirkan kandungannya; maka akan baiklah amalnya.

= 3 =

Seorang yang jauh dari Allaah, jauh dari agamaNya, dan senantiasa berpaling. Maka tandanya ia lebih mengagungkan dirinya dibanding Allaah. Sangat kurang padanya efek dari “Allaahu Akbar”… Sehingga hendaknya ia mempelajari dan mendalami kembali makna kalimat ini, sekaligus banyak-banyak mengucapkan kalimat ini seiring dengan menghadirkan kandungannya; maka akan baiklah amalnya.

= 4 =

Seorang yang banyak beramal shalih atau jauh dari maksiat; terkadang tidak menyadari bahwa niat perbuatannya bukan semata-mata karena Allaah; tapi karena makhluq; apakah karena ingin dipuji, ingin ketenaran, atau tujuan dunia lainnya. Darisini diketahui akan kurangnya kandungan “Laa ilaaha illaLLaah” dalam dirinya…. Memang benar bahwa kandungan utama “laa ilaaha illaLLaah” adlaah menjauhi penyembahan terhadap selainNya… tapi ingat, menjauhi riya’ dan sum’ah, yang mana keduanya DOSA BESAR; juga merupakan konsekuensi lain dari “Laa ilaaha ilaLLaah”… Maka sempurnakanlah kandungan ini dalam diri kita dengan tidak hanya menjauhi syirik akbar, tapi juga menjauhi syirik ashghar! Maka perlu kita senantiasa mempelajari dan memperdalam kandungan ini, dan banyak-banyak mengucapnya seiring menghadirkan kandungannya, sehingga semoga baiklah amal kita, dan jauhnya kita dari menyekutukanNya, sekecil apapun ia…

= 5 =

Ketika seseorang banyak beramal shaalih dan jauh dari maksiat; maka syaithan masuk dalam jalan lain, menjerumuskannya pada UJUB. Ia sandarkan kekuatan beramal shalihnya dan kekuatan menjauh maksiat, pada dirinya; membuatnya takjub pada dirinya; melupakan taufiq Allaah, yang sejatinya membuatnya dapat beramal shaalih dan menjauhi maksiat. Jika sudah jatuh kepada UJUB, maka otomatis akan jatuh kepada TAKABBUR; yaitu ia memandang remeh orang yang dianggapnya ‘lebih rendah’ kualitas amalnya darinya. Maka tutup jalan syaithan untuk menjerumuskan kita pada UJUB dengan banyak-banyak mengucap “Laa hawla wa laa quwwata illa bilaah” (kita tidak mampu untuk mengerjakan ketaatan, tidak pula menjauhi maksiat; melainkan dengan pertolongan dan kemudahan yang datang dari Allaah….); perdalam makna kandungannya dan banyak-banyak mengucapnya (disertai penghadiran kandungannya); maka semoga akan baik amal-amal kita…

Ternyata membaca: “Subhaanallaah, walhamdulillaah, waLLaahu akbar, wa laa ilaaha illaLLaah, wa laa hawla wa laa quwwata illa billaah” … Bukan sekadar pemanis lisan saja… Maka PERBANYAKlah MEMBACAnya… INGAT-INGATlah kandungan agung dibalik kalimat-kalimat tersebut… HADIRKANlah kandungan-kandungannya ketika membacanya… Maka akan baiklah amal-amal kita…

Buruknya amal-amal kita, bisa jadi karena dua hal: (1) lalainya kita untuk terus mempelajari dan mendalami makna dan kandungan kalimat-kalimat tersebut… Dan/atau (2) JARANGnya kita MENGINGAT-INGAT kandungan kalimat tersebut, karena JARANGNYA kita MENYEBUT-NYEBUT kalimat tersebut…

Maka perbanyaklah mempelajari kandungannya… perbanyaklah mengingatnya… perbanyaklah menyebutnya, dengan menghadirkan kandungannya… akan baiklah amal kita…

Semoga bermanfaat

Jakarta; 22 DzulQa’dah 1435

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s