Diantara persiapan yang hendaknya dilakukan pelajar sebelum mendatangi majelis ilmu

Diantara PERKARA PENTING yang sepantasnya DIPERHATIKAN seorang pelajar sebelum mendatangi majelis ilmu adalah MELAKUKAN PERSIAPAN-PERSIAPAN…

Diantara persiapan tersebut adalah:

1. Mempersiapkan buku yang akan dibahas

Kalau tidak punya bukunya, maka dibeli. Kalau tidak mampu beli, maka difotocopy bagian yang akan dibahas.

Ingat… Diantara bukti kesungguhan kita dalam belajar, adalah dengan menyiapkan buku yang akan dibahas…

Dan ingat… Perjuangan kita dalam menyiapkan buku itu akan membuahkan kesungguhan kita dalam mempelajari buku tersebut… Bagaimana tidak? Misalkan seseorang yang memiliki harta yang amat sangat terbatas; tapi dia mau untuk mengeluarkan sebagian hartanya tersebut untuk membeli buku (yang mungkin harganya tersebut menurutnya tidak sedikit)… Tentu hal ini akan memotivasinya untuk tidak menyianyiakan jumlah uang yang telah dibayarkannya untuk membeli buku tersebut…

Tidak heran, kita dapati banyak orang yang tidak istiqamah dalam suatu kajian kitab; karena orang tersebut tidak mau membeli kitab yang dibahas… Atau kalaupun dia punya, dia tidak merenungi ‘nilai’ dari kitab tersebut, sehingga tidak terpikirkan olehnya untuk mendatangi pengkajian kitab tersebut; karena lalainya ia akan SAMUDRA ILMU yang akan ia peroleh dari kitab tersebut (sekalipun kitab yang dibahas tersebut adalah KITAB KECIL yang MURAH harganya)!!! Maka hendaknya kita TIDAK MEREMEHKAN hal ini!!!

2. Membaca materi yang akan dibahas

Sehingga kita telah memiliki gambaran terhadap apa yang akan dibahas. Meskipun apa yang akan dibahas sudah pernah kita ketahui, tetap hendaknya kita membacanya; sehingga lebih menyegarkan kembali ingatan kita tentang pembahasan tersebut; dan yang lebih penting lagi hal tersebut benar-benar tertanam dalam hati-hati kita. Dan ketika kita mendatangi kajiannya maka kita pun sekali lagi diingatkan kembali akan hal tersebut… Jika kita telah melakukan persiapan, dan kembali mendengarkan pemaparannya ketika kajian, bukankah hal tersebut akan benar-benar kokoh dalam ingatan dan hati kita?! Bagaimana lagi jika setelah kajian kita mengulangi materi tersebut?! (sehingga kita TIGA KALI mendalami materi tersebut!!!) Maka dengan hal ini akan semakin kokohlah keilmuan kita tentang materi tersebut… Ini baru SATU MATERI dalam SATU KAJIAN… Bayangkan kalau kita BEBERAPA KAJIAN RUTIN dalam sepekan?! Maka bayangkanlah betapa banyaknya ilmu yang dapat kita serap dipekan tersebut!!!

3. Bahkan kalau perlu, hendaknya kita menyiapkan materi tambahan dari apa yg akan dibahas

Jadi kita tidak hanya mengambil rujukan dari buku yg dibahas saja, tapi juga dari buku lain yang juga membahas dari apa yang akan dipaparkan.

Seperti misalkan ada kajian tafsiir ibnu katsiir tentang surat al faatihah. Maka kita pun tidak hanya melihat tafsiir ibnu katsiir saja, tapi juga melihat tafsir ath thabariy, tafsir al qurthubiy, dan lain-lain, tentang al faatihah…

Sehingga bukan hanya gurunya/pemateri aja yg bersusah payah menyiapkan materi yg diajarkannya; tapi pelajar pun juga turut mempersiapkan bekalnya sebelum ia mendatangi kajian…

Bahkan hal ini sangat bermanfaat bagi pelajar… Diantara manfaatnya:

– (Manfaat pertama) Kalau ia mendapatkan sesuatu yg tidak diketahuinya atau tidak jelas atau janggal baginya dalam persiapan materi tersebut; sehingga ia dapat mempersiapkan pertanyaannya tsb untuk ditanyakan dimajelis (meskipun mungkin pertanyaan yang disiapkannya ini, akan terjawab oleh pemateri pada sesi pemaparan, sebelum sesi tanya jawab)

– (Manfaat kedua) dia bisa menambahkan faidah yang ia dapatkan; yang belum sempat diangkat/dibahas pemateri. Tentunya dengan penuh adab yaitu dalam bentuk pertanyaan (“ustadz saya dapati faidah berikut dikitab anu dan anu; bagaimana penjelasannya?”)…

– (Manfaat ketiga) kita sudah mendapatkan tambahan ilmu, bahkan sbelum mendatangi majelis ilmu…

– (dan manfaat-manfaat lain yang sangat banyak, tidak tersebutkan disini)

Hal ini (yaitu point ke 4 ini) juga bisa dilakukan setelah mendatangi majelis ilmu, yaitu menjabarkan apa yang telah dijelaskan gurunya; dan/atau menjabarkan point-point yang ia tuliskan; sehingga ilmunya tentang materi yang dibahas pun akan lebih meluas… Ini untuk SATU MATERI untuk SATU KAJIAN itu saja… Bayangkan bagaimana perkembangan ilmunya setelah beberapa pertemuan kedepan pada kajian tersebut… Bagaimana lagi jika ia memiliki kajian yang membahas kitab lain?!

Maka yang terbaik… hal ini (yaitu point ke 4 ini), dilakukan SEBELUM DAN SETELAH mendatangi majelis ilmu…

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Adab, Ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s