Fungsi utama harta

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إنا أنزلْنا المالَ لإقامِ الصلاةِ,وإيتاءِ الزكاةِ

(bahwa Allaah berfirman) Sesungguhnya Kami menurunkan harta agar shalat didirikan, dan zakat ditunaikan.

ولو كان لابنِ آدمَ وادٍ لأحَبَّ أن يكون له ثانٍ , ولو كان له واديانِ , لأحبَّ أن يكونَ لهما ثالثٌ, ولا يملأ جوفَ ابنِ آدمَ إلا التُّرابُ, ثم يتوبُ اللهُ على من تاب

Seandainya anak adam memiliki satu lembah (harta), niscaya ia ingin punya lembah kedua. Dan jika ia punya dua lembah, niscaya ia ingin punya lembah ketiga (begitu seterusnya). Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah. Lalu Allaah menerima taubat orang yang bertaubat (kepadaNya).

(HR. Ahmad, dengan sanad yang shahiih)


Fungsi utama harta itu ada dua:

1. Agar kita dapat mendirikan shalat; yaitu, kita mempergunakan harta untuk dapat membeli makanan dan minuman, sehingga dengannya kita kuat, dan dapat mendirikan shalat lima waktu, yang diwajibkan atas kita sehari semalam.

2. Agar kita dapat menunaikan zakat, yaitu harta yang telah mencapai nishab, yang kemudian telah berlalu setahun; yang dengannya kita menunaikan zakat.

Maka hendaknya diantara niat yang kita hadirkan ketika mencari nafkah adalah dua hal diatas. Agar semoga dengan harta yang kita peroleh, kita dapat mempergunakannya untuk beribadah kepadaNya, melaksanakan kewajibanNya berupa shalat, zakat, haji, menafkahi keluarga, membantu mujahidin, dll. Dan juga diniatkan untuk melaksanakan ibadah tambahan seperti sedekah, umrah, dan lain-lain.

Maka usaha kita mencari harta dinilai pahala dengan niat-niat ini; dan penggunaan harta kita pun tertunaikan pada hal-hal yang dicintaiNya (baik dalam hal yang diwajibkan maupun yang dianjurkan). Inilah tanda keberkahan harta. Pemilik harta seperti ini akan dianugerahi sifat wara’ (berhati-hati dalam pemanfaatan hartanya), qana’ah (merasa cukup dengan apa yang dimilikinya) dan zuhud (hanya memanfaatkan hartanya pada perkara yang dicintaiNya, serta tidak silau dengan banyaknya harta yang dimiliki orang-orang kafir dan fasiq yang diinfaqkkan untuk keburukan dan kelalaian)

Berbeda dengan mereka yang tidak memiliki niat ini ketika mencari nafkah; maka penggunaan harta tersebut pun akan tersalurkan pada hal-hal yang tidak diridhaiNya seperti pada perkara hal yang diharamkan, atau pada perkara yang tidak ada manfaat aakhiratnya. Bahkan semakin parah, orang tersebut dihukum oleh Allaah dengan penyakit tamak; tidak pernah puas dengan harta yang dimilikinya, bahkan sekalipun ia telah memiliki satu lembah, bahkan dua lembah harta; terus ia merasa kurang dan ingin menambah pembendaharaan hartanya; sampai ajal mendahului angan-angannya. Maka hendaknya kita apabila ditimpa hal-hal seperti ini, segera meluruskan niat kita dalam mencari harta, dan segera bertaubat kepada Allaah, karena Allaah menerima taubat orang yang bertaubat kepadaNya…

2 Komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

2 responses to “Fungsi utama harta

  1. Sari widji

    Subhanalloh,,,sangat baguS sekali artikelnya,,,begitu juga dengan artikel yg lain,,,dalilnya juga jelas,,,
    Manfaat banget,,,

  2. Terima kasih, sangat bermanfaat untuk memberikan pelajaran untuk umat…banyak yang tidak paham dengan masalah ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s