Amalan pembeda: Di kategori manakah kita?

1. Amalan yang dikerjakan/ditinggalkan yang menjadi pembeda muslim dan kaafir

2. Amalan yang dikerjakan/ditinggalkan, yang menjadi pembeda dua orang yang beriman: yang satunya fasiq (cacat keimanannya karena pengamalannya terhadap dosa-dosa besar), yang satunya mu`min (yang selamat dari dosa-dosa besar).

3. Amalan yang dikerjakan/ditinggalkan, yang menjadi pembeda antara mukmin yang sempurna keimanannya dan mukmin yang kurang keimanannya.

Karena tercampurnya keimanan salah satu dari keduanya dengan dosa-dosa, selain dosa-dosa besar; baik itu peninggalan kewajiban yang menyebabkan dirinya berdosa (selain dosa besar), atau pengerjaan larangan yang menyebabkan dirinya berdosa (selain dosa besar); adapun yang lainnya, mu`min yang wara` (yang menyelematkan dirinya dari dosa-dosa selain dari dosa-dosa besar)

4. Amalan yang dikerjakan/ditinggalkan, yang membedakan mukmin yang sempurna keimanannya (yg ia menyelamatkan dirinya dari kemakruhan dan berlebihan dalam hal mubah) dengan mukmin yang masih terjatuh dalam kemakruhan-kemakruhan atau berlebih-lebih dalam hal yang mubah.

Inilah yang membedakan mu`min yang wara` dengan mu`min yang zuhud; seorang yang telah menyelamatkan dirinya dari kemakruhan (dan berlebih-lebihan dalam perkara mubah) lebih tinggi daripada mereka yang ‘sekedar’ menyelamatkan dirinya dari dosa-dosa.

5. Amalan yang dikerjakan/ditinggalkan, yang dengannya membedakan derajat diantara sesama mu`miniin.

Yang satunya seorang mu`min yang bersegera dalam beramal, benar-benar sempurna pengerjaannya, dan ia beramal dengan amalan yang lebih afdhal dari amalan yang lain (kurang afdhal di saat yang bersamaan) yang dengan ini ia membedakan dirinya dengan mu`min yang lain.

Inilah orang-orang yang benar-benar menyempurnakan keimanannya, yang berada beberapa derajat diatas mu`min yang lain (ditambah lagi hati mereka pun tidak merasa bahwa mereka lebih baik daripada saudara mereka; bahkan mungkin senantiasa menganggap saudaranya lebih baik darinya).

Wallaahu a’lam.

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s