Tidak Gratis

Ibrahim bin Adham pernah hendak memasuki pemandian, kemudian dia dicegat dan dikatakan padanya: “Jangan masuk padanya, kecuali dengan membayar”.

Maka dia pun menangis, dan berkata: “Yaa Allaah… aku tidak diizinkan masuk ke rumah para syaithan dengan gratis… Maka bagaimanakah aku bisa masuk ke rumah para nabi dan shiddiqiin dengan gratis?!”[1]


Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ

“Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga.”

(HR. Al-Tirmidziy, dll; dan beliau menghasankannya)

Allaah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu`min[2] DIRI dan HARTA mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur`aan. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

(at-Taubah: 111)

Maka pastikan anda termasuk orang-orang yang lurus dan benar keimanannya… Yaitu DIRI dan HARTA anda, hanya anda persembahkan sepenuhnya untuk Allaah… Dan disitulah letak mahalnya… Maka pengorbanan apa dari DIRI dan HARTA anda yang sudah anda kerahkan?

Apa dari DIRI anda yang telah anda korbankan? Apa anda mau berhenti dari kemalasan meninggalkan kewajiban-kewajiban? Apa anda mau berhenti serta meninggalkan segala keharaman yang selaras dengan hawa nafsu anda? Bukankah anda mengakui bahwa anda adalah HAMBA Allaah? Bukankah anda mengakui Allaah sebagai Tuhan anda? Bukankah anda mengakui bahwa Allaah adalah Tuhan semesta alam? Bukankah Dia MEMILIKI HAK ABSOLUT untuk MENGATUR serta MEMERINTAH? Apakah Dia telah anda jadikan sebagai satu-satunya sesembahan yang disembah; dengan anda hanya benar-benar menyembahNya, bahkan anda mengorbankan hawa nafsu anda hanya untukNya jika ia bersebrangan?! Darisitulah kita belajar PENGORBANAN DIRI terhadap Allaah.

Apa dari HARTA anda yang telah anda ‘korban’kan untukNya? Apa anda mau hanya mencari harta dari jalan yang halal? Jika telah diambil dari hal yang halal, apa anda ringan untuk mengeluarkan nafkah untuk diri dan keluarga, zakat untuk penerimanya, serta sedekah? Apa anda menahan harta anda untuk mengeluarkannya dalam keharaman? Apa anda merasa berat karena merasa harta adalah usaha anda sendiri, padahal hakekatnya ia adalah milik Allaah dan titipanNya untuk anda?! Disitulah hendaknya kita belajar PENGORBANAN dari sisi HARTA kita.

Semoga kita termasuk hamba-hambaNya yang beriman, dengan iman yang benar dan lurus; yang benar-benar mempersembahkan DIRI dan HARTA kita sepenuhnya untuk Allaah.. aamiin…


Catatan Kaki

[1] Redaksinya:

وَذُكِرَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَدْهَمَ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَّهُ أَرَادَ أَنْ يَدْخُلَ الْحَمَّامَ ، فَمَنَعَهُ صَاحِبُ الْحَمَّامِ ، وَقَالَ لَا تَدْخُلُ إِلَّا بِالْأُجْرَةِ ، فَبَكَى إِبْرَاهِيمُ وَقَالَ : اللَّهُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِي أَنْ أَدْخُلَ بَيْتَ الشَّيَاطِينِ مَجَّانًا ، فَكَيْفَ لِي بِدُخُولِ بَيْتِ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ مَجَّانًا

(Tanbiihul Ghaafiliin hlm. 49, daar ibnul Jauziy; teks arabnya dikutip via Islamweb, terjemahannya merujuk pada terjemahan Pustaka Azzam)]

[2] Yaitu seorang yang benar-benar JUJUR dalam keimanannya, seorang yang mengklaim dirinya “beriman” maka ia akan benar-benar diuji oleh Allaah tentang klaimnya tersebut. sebagaimana firmanNya:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ . وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang BENAR dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang DUSTA.

(al-‘Ankabuut: 1-2)

Demikian pula firmanNya:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِن دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu, yang (mereka) tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(at-Tawbah: 16)

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s