Mana BUKTI Persiapan Perbekalanmu?!

Bekal

Allaah berfirman:

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ

Dan jika mereka mau berangkat, TENTULAH MEREKA BENAR-BENAR MENYIAPKAN PERSIAPAN untuk keberangkatan itu… tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka…

(at-tawbah: 46)

Kalaulah memang kita INGIN BERJUMPA DENGAN ALLAAH (dengan keridhaanNya), maka tentu kita akan MEMPERSIAPKAN DIRI dan BERBEKAL…

Allaah berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

Dan berbekallah… Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah TAQWA

(al-Baqarah: 197)

Dia juga berfirman:

فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”

(Al-Kahfi: 110)

Segeralah beriman…
Segeralah beramal shaleh…

Karena apabila tidak melakukan itu… Maka berarti kita termasuk “orang yang tidak menyiapkan perbekalan”, sehingga akan MELEMAHlah keinginan kita untuk berjumpa denganNya…

Apabila MELEMAH… Maka jangan biarkan ia semakin melemah (sehingga dikhawatirkan malah berubah menjadi kebencian)[1]… Akan tetapi SEGERALAH KEMBALI… Kembali kepada track yang benar… Dengan PEMBUKTIAN… Yaitu benar-benar mempersiapkan perbekalan kita…

Semoga Allaah senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua, serta menguatkan hati-hati kita diatas keimanan yang lurus dan benar…

Sehingga semoga kita wafat, dalam keadaan hati kita rindu berjumpa denganNya, dan kita termasuk orang-orang yang memiliki perbekalan ketika berjumpa denganNya… Aamiin

Semoga bermanfaat

Jakarta, 15 Ramadhan 1436 H


Catatan kaki

[1] Hendaknya seseorang KHAWATIR jangan sampai diakhir hayatnya ia malah benci untuk bertemu denganNya, karena Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barangsiapa yang menyukai untuk bertemu dengan Allah, maka Allah akan suka bertemu dengannya. Dan barangsiapa yang membenci bertemu dengan Allah, maka Allah akan benci bertemu dengannya”

Para shahabat bertanya:

يا رسولَ اللهِ كلُّنا يكرهُ الموتَ ؟

Wahai Rasuulullaah, (bukankah) kami semua membenci kematian?

Beliau bersabda:

لَيْسَ ذَاكَ كَرَاهِيَةَ الْمَوْتِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ الْبَشِيرُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ فَلَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَكُونَ قَدْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Bukan itu yang aku maksud, namun seorang yang beriman apabila menghadapi sakaratul maut, maka seorang pemberi kabar gembira utusan Allah datang menghampirinya seraya menunjukkan tempat kembalinya, hingga tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai kecuali bertemu dengan Allah. Lalu Allah pun suka bertemu dengannya.

وَإِنَّ الْفَاجِرَ أَوْ الْكَافِرَ إِذَا حُضِرَ جَاءَهُ بِمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ مِنْ الشَّرِّ أَوْ مَا يَلْقَاهُ مِنْ الشَّرِّ فَكَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

Adapun orang yang BANYAK BERBUAT DOSA, atau orang kafir, apabila telah menghadapi sakaratul maut, maka datang seseorang dengan menunjukkan tempat kembalinya yang buruk, atau apa yang akan dijumpainya berupa keburukan. Maka itu membuatnya tidak suka bertemu Allah, hingga Allah pun tidak suka bertemu dengannya.”

(HR. Ahmad (dan ini lafazhnya), al Bukhaariy, Muslim, dan selainnya)

Na’uudzubillaah

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s