Ramadhan Meninggalkan Kita… Tapi Allaah tidak…

Allaah berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Ibadahilah Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.”

[QS. Al Hijr: 99]

Allaah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (hanya) kepada-Ku.

(adz-Dzaariyaat : 56)

Shalat wajib tetap harus kita terus kerjakan… Adapun shawm dan qiyaam, maka ini TETAP ADA di bulan-bulan lain… Ada shawm senin-kamis, shawm ayyaamul biidh, shawm dawd… Masih ada pula qiyamul layl (tahajjud dan witir), terutama witir JANGAN SAMPAI KITA TINGGALKAN…

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa

يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

“Wahai ‘Abdullah, janganlah kamu seperti fulan, yang dia biasa mendirikan shalat malam namun kemudian meninggalkan shalat malam”.

(HR. al-Bukhaariy)

Beliau juga bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu dikerjakan, meskipun sedikit”

(HR Muslim dan selainnya)

Berkata Imam asy-Syaafi’iy rahimahullaah:

فَآكَدُ مِنْ ذَلِكَ الْوِتْرُ وَيُشْبِهُ أَنْ يَكُونَ صَلَاةُ التَّهَجُّدِ، ثُمَّ رَكْعَتَا الْفَجْرِ

Dan yang paling ditekankan disini adalah shalat WITIR, yang mana ini diserupakan dengan (yaitu: termasuk bagian dari) shalat tahajjud, Kemudian yang ditekankan juga adalah DUA RAKA’AT SHALAT SUNNAH FAJAR (qabliyah shubuh).

وَلَا أُرَخِّصُ لِمُسْلِمٍ فِي تَرْكِ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا وَإِنْ، أَوْجَبَهُمَا

Dan aku TIDAK MEMBERI KERINGANAN bagi seorang muslim untuk MENINGGALKAN salah satu dari keduanya, MESKIPUN AKU TIDAK MEWAJIBKAN kedua shalat tersebut.

وَمَنْ تَرَكَ وَاحِدَةً مِنْهُمَا أَسْوَأُ حَالًا مِمَّنْ تَرَكَ جَمِيعَ النَّوَافِلِ

Barangsiapa yang meninggalkan salah satu dari dua shalat tersebut, maka LEBIH BURUK daripada meninggalkan SELURUH SHALAT SUNNAH (selain keduanya).

Dalam tempat lain beliau berkata:

وَمَنْ تَرَكَ صَلَاةً وَاحِدَةً مِنْهُمَا كَانَ أَسْوَأَ حَالًا مِمَّنْ تَرَكَ جَمِيعَ النَّوَافِلِ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ

Barangsiapa yang meninggalkan salah satu dari keduanya, maka LEBIH BURUK keadaannya daripada orang yang meninggalkan shalat-shalat sunnah di siang dan malam (selain keduanya).

[al Umm, 1/167 & 1/87; kutip via syamilah online]

Bahkan Imam Ahmad berkata:

مَنْ تَرَكَ الْوِتْرَ عَمْداً فَهُوَ رَجُلُ سُوءٍ وَلاَ يَنْبَغِيْ أَنْ تُقْبَلَ لَهُ شَهَادَتُهُ

Siapa yang sengaja meninggalkan shalat witir, ia adalah orang jelek dan persaksiannya tidak diterima

(Beliau berkata demikian, padahal beliau berpendapat bahwa shalat witir hukumnya sunnah mu’akkadah)

Berkata juga Imam Nawawiy dalam raudhah ath thaalibiin:

ومن ترك السنن الراتبة وتسبيحات الركوع والسجود أحيانا، لا ترد شهادته، ومن اعتاد تركها ردت شهادته لتهاونه بالدين، وإشعار هذا بقلة مبالاته بالمهمات

“Barangsiapa yang membiasakan diri meninggalkan sunnah rawatib, dan (bacaan) tasbih ketika ruku’ dan sujud selama hidupnya; maka tidak diterima persaksiannya. Barangsiapa yang terus-menerus meninggalkannya, maka ditolak persaksiannya, karena PEREMEHANNYA terhadap AGAMA, hal ini dikemukakan karena rendah/minimnya kepeduliannya terhadap perkara-perkara yang penting.”

(Raudhah ath Thaalibiin: 11/233)

Tetaplah shalat… Tetaplah shawm… Semoga kita kontinyu dalam beramal (meski kuantitasnya sedikit)

Semoga bermanfaat…

Tinggalkan komentar

Filed under Ibadah, Ramadhån, Shålat, Shåum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s