“Aku Lebih Baik Darinya” ?

Tidak masuk surga bagi yang memiliki SEBIJI DZARRAH KESOMBONGAN dalam hatinya

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam pernah bertanya pada seorang:

أُنْشِدُكَ بِاللَّهِ هَلْ حَدَّثْتَ نَفْسَكَ حِينَ طَلَعْتَ عَلَيْنَا أَنْ لَيْسَ فِي الْقَوْمِ أَحَدٌ أَفْضَلُ مِنْكَ ؟

Aku bertanya padamu dengan (atas nama) Allaah… Apakah engkau berkata pada dirimu ketika engkau melewati kami, bahwa tidak ada seorangpun dalam kaum ini yang lebih baik darimu?

Dia menjawab:

اللَّهُمَّ نَعَمْ

Ya.

Kemudian lelaki tersebut masuk ke masjid (nabi shallallaahu ‘alayhi wa sallam)

Lelaki ini merasa lebih baik daripada para shahabat, bahkan merasa lebih baik daripada Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam!

Kesombongan mana lagi yang lebih parah dibandingkan meninggikan dirinya diatas para shahabat? Maka bagaimana lagi jika sampai merasa dirinya lebih utama dibanding Rasuul Allaah?!!

Para ulama mewasiatkan ketika kita KELUAR RUMAH, maka jangan sampai ketika kita mendapati seseorang (SIAPAPUN orang itu), kemudian kita merasa lebih utama darinya…

Ini disebutkan apabila kita KELUAR RUMAH… Maka bagaimana lagi ketika kita MASUK kedalam MASJID (atau mushalla) ?!… maka tentunya hal ini LEBIH-LEBIH lagi ditekankan…

Ketika dalam hati kita ada perasaan “aku lebih baik darinya” (apalagi sampai ada perasaan “aku lebih baik dari KAUMku”), justru disitulah tanda keburukan; bahkan akar dari segala keburukan. Itulah ujub, itulah takabbur.

=> Darimana kita tahu bahwa derajat kita lebih baik darinya DISISI ALLAAH?

=> Taruhlah sekarang ini kita lebih baik darinya… tapi bagaimana dengan perbandingan akhir kesudahan hidup kita dengan akhir kesudahan hidupnya (apakah kita hendak memastikan bahwa ketika kita menyudahi hidup kita, kondisi kita akan lebih baik daripada kondisinya ketika dia menyudahi hidupnya) ?

“Aku lebih utama/baik darinya” ini mengkonsekuensikan dua hal tersebut!!!

Maka jangan sampai terucap di lisan… Bahkan… Jangan sampai hal itu ADA dalam hati… yang ia harus segera dihilangkan, ketika kita deteksi hal tersebut ‘ada’ didalam hati kita!! maka beruntunglah orang yang senantiasa MEMPERHATIKAN dan MEMPERBAIKI APA yang ada didalam HATINYA…

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

TIDAK MASUK SURGA… Seorang yang DALAM HATInya terdapat SEBIJI DZARRAH dari kesombongan…

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s