Meninggikan kalimat Allaah? Atau meninggikan diri?

 

 Saya dapati pernah suatu ketika  salah seorang salaf berperang dengan musuh Allaah, di saat ia hendak menebasnya dengan pedang; dia terlebih dahulu di ludahi… Maka ia hentikan ayunan tebasan pedangnya tersebut KARENA KHAWATIR ia mengayunkan pedang hanya karena “tendensi pribadi” (bukan lagi karena Allaah)

Saya  juga mendapati salah seorang ‘ulamaa; yang ditanyakan tentang pendapat seseorang (atau ditanyakan tentang status seseorang); yang kebetulan orang yang dimaksud ini pernah clash dengannya. Maka beliau menolak berkomentar. KARENA KHAWATIR komentarnya tersebut tercampur dengan “tendensi pribadi”, atau bahkan murni “tendensi pribadi”, yang sudah lagi bukan karena Allaah…

Mungkin ini salah satu alasan mengapa perkataan mereka begitu mengena di hati-hati kita…

Mereka berbuat/berbicara untuk meninggikan kalimat Allaah… Sedangkan kita berbuat/berbicara untuk meninggikan diri…

Semoga Allaah memperbaiki diri-diri kita… Aamiin

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s