Bertambahnya Ilmu Sepantasnya Juga Menambahkan Kasih Sayang

Guru itu: Memegang Tangan (untuk menasehati), Membuka Pikiran, & Menyentuh Hati

Semoga Allaah merahmati guru-guru kita yang senantiasa sabar dengan segala kekurangan kita… Mereka yang TIDAK MENINGGALKAN KITA hanya karena melihat satu, dua, atau bahkan beberapa, atau bahkan BANYAKnya kekurangan yang ada pada diri-diri kita…

Bagaimanakah jadinya jika guru-guru kita tidak bersabar atas kekurangan kita, kemudian serta merta meninggalkan kita? Tentulah kita terus menerus berada dalam kesesatan yang amat nyata!

Maka jika anda memiliki guru yang seperti itu.. Jangan sampai anda berpaling darinya, terlebih lagi… jangan sampai dia berpaling dari anda!!! Ketahuilah dialah orang yang paling mendalam ilmunya (terlepas berapapun hafalan riwayat yang ia miliki)…

Tidakkah kita melihat bagaimana Allaah memuji ilmu yang ada disisi Khidhir (‘alayhis salaam)? Tidakkah kita melihat bagaimana beliau senantiasa memberi udzur kepada ketergelinciran Muusa (‘alayhis salaam)? Kalaulah Muusa (‘alayhis salaam) tidak membatasi permintaannya, niscaya kita akan dapati beliau akan terus menerus memberi Muusa udzur demi udzur.

Bahkan ada faidah berharga dari ucapannya:

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا

“Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”

Pelajaran pertama darinya: “Seseorang yang belum cukup ilmu atas ‘sesuatu’, biasanya akan kurang sabar akan ‘sesuatu’ tersebut”, sebagaimana yang kita dapati pada reaksi Muusa pada Khidhir.

Kemudian pelajaran kedua darinya : “Apabila ilmu seseorang sudah ‘mencukupi’ terhadap sesuatu, maka sudah sepantasnya ia dapat selalu bersabar atas sesuatu tersebut” atau dengan kata lain: “Cukup atau tidaknya kadar keilmuan seseorang atas ‘sesuatu’, dapat kita lihat dengan sedikit atau banyaknya kadar sabarnya atas ‘sesuatu’ tersebut”; dan ini kita dapat kita lihat dari sabarnya beliau terhadap Muusa atas ilmu yang beliau ketahui, tapi tidak diketahui Muusa.

Demikianlah mental pendidik sejati… Mereka tidak hanya mempersiapkan ilmu.. Tapi juga mempersiapkan hati yang lapang dalam menghadapi anak didiknya…

Ingatlah… Kitapun juga pendidik bagi ANAK ANAK kita… Persiapkanlah ilmu yang luas dan hati yang lapang… Bersabarlah dalam menyampaikan ilmu… Bersabarlah dalam menghadapi tantangan dalam penyampaian ilmu…

Termasuk kesabaran yang paling agung: anda tidak pernah putus asa akan rahmat Allaah terhadap orang lain, sebagaimana anda tidak putus asa akan rahmat Allaah terhadap diri anda sendiri…

Maka anda senantiasa bersabar untuk terus membimbingnya kepada jalan yang mendekatkannya kepada rahmatNya, sebagaimana anda bersabar untuk tetap terus berada diatas jalan tersebut…

Tinggalkan komentar

Filed under dakwah, Ilmu, Ilmu Amal Dakwah Istiqamah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s