Empat golongan yang dipanjangkan umurnya

Dengan amalan apakah kita akan mengakhiri hidup kita?

1. Seorang yang secara terang-terangan selalu berbuat buruk dan perusakan.

Yang dia dipanjangkan umurnya oleh Allaah sebagai tipu daya; yang dengannya nantinya secara tiba-tiba dibinasakan. Na’uudzubillaah. Orang ini sebagaimana yang difirmankan Allaah:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

…Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

(al-An’aam: 44)

2. Seorang yang menampakkan kebaikan secara kasat mata, tapi dia selalu melakukan keburukan dan perusakan yang tidak diketahui khalayak ramai.

Tapi Allaah Maha Mengetahui atas keburukan yg disembunyikannya dan apa yang ada dalam hatinya… maka dikhawatirkan perpanjangan umurnya ini hanya tipu daya baginya, sehingga disingkapkanlah oleh Allaah borok-boroknya di akhir hayatnya, hingga ia pun mati diatasnya. Na’uudzubillaah.

Orang ini sebagaimana yang disabdakan Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ

“Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka…

(sampai sabda beliau)

وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

Sungguh amalan itu tergantung dengan penutupannya.”

(HR al-Bukhaariy)

3. Seorang yang selalu jatuh dalam perbuatan buruk, namun dia selalu kembali padaNya

Allaah Maha Mengetahui kebaikan yang ada padanya, serta apa yang ada dalam hatinya, maka Dia selalu membuka tanganNya untuk menerima taubatnya. Maka perpanjangan umur yang Allah berikan padanya agar ia dapat kembali kepadaNya, bertaubat dan beramal kebaikan… Maka akhirnya ia diberi hidayah di akhir hidupnya, atau bahkan menjelang wafatnya, sehingga ia wafat diatasnya.

Hal ini sebagaimana sabda Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam:

وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

…Dan ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga…

(HR al-Bukhaariy)

Dalam hadits lain:

وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ

“Jika Allah menginginkan kebaikan atas seorang hamba maka Dia akan membuatnya beramal sebelum kematiannya, ”

para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana Allah membuatnya beramal?”

beliau bersabda:

يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ

“Memberinya taufik untuk beramal shaalih, setelah itu Dia mewafatkannya diatasnya”

(HR. Ahmad, al-haitsamiy berkata “shahiih”)

4. Seorang yang selalu sibuk dan bersegera dalam berbuat baik, secara nampak maupun secara tersembunyi

Maka ia dipanjangkan umurnya oleh Allaah untuk tetap dalam kebaikannya, bahkan termasuk yang menebar kebaikan, hingga akhirnya Allaah wafatkan ia diatasnya. Orang ini sebagaimana firmanNya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka istiqamah (dengan ucapan mereka itu), maka malaikat akan turun kepada mereka (disaat wafat mereka) dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fushshilat: 41)


Kita berlindung kepada Allaah dari menjadi golongan pertama ataupun kedua…

Jika kita bukan termasuk golongan keempat, maka berusahalah semenjak sekarang agar kita menjadi termasuk bagian dari mereka, atau paling tidak, semoga kita termasuk golongan ketiga…

Semoga Allaah menghidupkan kita diatas Islaam, dan mematikan kita diatas iimaan. Aamiin.

Tinggalkan komentar

Filed under Dzikrul Maut, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s