Ketika merasa hati mengeras

Hati Yang Mengeras (ilustrasi)

Jika kita mendapati hati kita mengeras[1] :

[1] Segeralah berwudhu

Hadirkanlah hati kita ketika berwudhu, ingatlah bahwa setiap basuhan wudhu dapat menghapuskan dosa-dosa bagian yang dibasuhi[2]

[2] Dan shalatlah…

Berusahalah menghayati[3] SELURUH dzikir yang kita baca didalamnya… Panjangkanlah[4] shalat kita… Perlamalah ruku dan sujud kita (ingat, bahwasanya dosa kita berguguran dengan ruku’ dan sujud kita); didalam ruku’ dan sujud, perbanyaklah membaca dzikir didalamnya dan hayatilah dzikir yg kita baca didalamnya…

Maka semoga dosa-dosa kita dihapuskan dengannya, yang semoga hati kita pun dilembutkan karenanya…

Perlu kita ketahui, tidaklah hati mengeras, kecuali karena adanya dosa-dosa… Dan tidaklah hati akan menjadi lembut, kecuali jika dosa-dosa telah terbersihkan darinya…

Semoga bermanfaat


Catatan kaki

[1] Tanda-tanda kerasnya hati adalah berat dan malasnya kita menunaikan amal shaalih, dan/atau ringan serta bersegeranya kita dalam memaksiati Allaah…

[2] Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْكُمْ رَجُلٌ يُقَرِّبُ وَضُوءَهُ فَيَتَمَضْمَضُ، وَيَسْتَنْشِقُ فَيَنْتَثِرُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ، وَفِيهِ وَخَيَاشِيمِهِ

Tidaklah seorang pun diantara kalian yang mendekatkan air wudhu’nya lalu dia berkumur, memasukkan air ke hidungnya lalu mengeluarkannya kecuali akan berjatuhan kesalahan-kesalahan wajahnya, kesalahan-kesalahan mulutnya dan kesalahan-kesalahan hidungnya.

ثُمَّ إِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللهُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مَعَ الْمَاءِ

Kemudian (tidaklah) ia mencuci wajahnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allâh, kecuali kesalahan-kesalahan wajahnya akan berjatuhan bersama tetesan air dari ujung jenggotnya.

ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ

Kemudian (tidaklah) ia mencuci kedua tangannya sampai siku, kecuali kesalahan-kesalahan tangannya akan berjatuhan bersama air lewat jari-jemarinya.

ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعْرِهِ مَعَ الْمَاء

Kemudian (tidaklah) ia mengusap kepala, kecuali kesalahan-kesalahan kepalanya akan berjatuhan melalui ujung rambutnya bersama air.

ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رِجْلَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ

Kemudian (tidaklah) dia mencuci kakinya sampai mata kaki, kecuali kesalahan kedua kakinya akan berjatuhan melalui jari-jari kakinya bersamaan tetesan air.

فَإِنْ هُوَ قَامَ فَصَلَّى، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَمَجَّدَهُ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ، وَفَرَّغَ قَلْبَهُ لِلَّهِ، إِلَّا انْصَرَفَ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Jika ia berdiri lalu shalat, lalu dia memuji Allâh menyanjung dan mengagungkan-Nya dengan pujian dan sanjungan yang menjadi hak-Nya dan MENGOSONGKAN HATINYA HANYA UNTUK ALLAAH, melainkan dia terlepas dari kesalahan-kesalahannya seperti pada hari ia dilahirkan dari perut ibunya.

[Muttafaqun ’alaihi].

[3] Penting bagi kita untuk memahami seluruh bacaan shalat kita dari awal sampai aakhir, karena Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ما من مسلم يتو ضأ فيسبغ الوضوء ، ثم يقوم في صلاته ، فيعلم ما يقول ، إلاانفتل وهو كيوم ولدته أمه

“Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu dia menyempurnakan wudhunya kemudian dia berdiri dalam shalatnya dan dia MEMAHAMI APA-APA yang DIA UCAPKAN (dalam shalatnya), melainkan dia selesai shalat, sementara keadaannya seperti di hari dia dilahirkan oleh ibunya.”

[Diriwayatkan oleh al-Hakim, dan ia menshahiihkannya]

[4] Karena sebaik-baik shalat adalah yang paling lama berdirinya.

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ

“Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya”

(HR. Muslim).

Lama berdirinya ini disebabkan karena panjangnya bacaan dalam shalat tersebut, atau diulang-ulangnya suatu bacaan karena ingin menghayati apa yang dibaca (meskipun yang dibaca hanya satu ayat, atau bahkan hanya sepenggal ayat).

Tidakkah kita telah mengetahui bahwa Rasuulullaah shallallaahu’alayhi wa sallam bersabda

مَن قَرَأ حَرفًا مٍن كَتَابِ اللٌه فَلَه بِه حَسَنَةُ وَالحَسَنَةُ عَشُرُ اَمُثَالِهَا لآ اَقُولُ الم حَرفُ وَلكِنُ اَلِفُ وَلآمُ حَرفُ وَميمُ حــَرُفُ

Siapa yang membaca SATU HURUF dari Kitab Allah, maka baginya SATU HASANAH (KEBAIKAN) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.

(HR at-Tirmidziy).

Dan bukankah kita telah mengetahui bahwa Allaah berfirman: إِنَّ الحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ((Sesungguhnya kebaikan-kebaikan menghapus keburukan-keburukan)) [Huud: 114]

Bahkan bukankah Allaah berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ((Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu [al-Qur`aan], dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada] dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman))

Maka SETIAP HURUF yang kita baca, dapat MENGHAPUSKAN keburukan-keburukan kita dan dapat MEMBERSIHKAN hati kita dari dosa dan penyakit didalamnya… Maka panjangkanlah bacaan al-qur’an kita dalam shalat kita, semampu kita… DENGAN NIAT agar semoga apa yang kita baca dapat menghapus dosa kita, dan membersihkan hati kita…

[5] Ketahuilah bahwa ruku’ dan sujud kita merupakan diantara sebab diampuninya dosa-dosa kita… Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إنَّ العبدَ إذا قَامَ يُصلِّي أُتِي بذُنوبِه كُلِّها فَوُضِعَتْ على رأسِه و عاتِقَيْهِ ، فكُلَّما رَكعَ أو سَجدَ تَساقَطَتْ عَنْهُ”

“Apabila seorang hamba berdiri melakukan sholat, semua dosa-dosanya didatangkan lalu diletakkan diatas kepala dan kedua pundaknya. Maka setiap kali hamba tersebut ruku dan sujud dosa-dosa itu akan berguguran darinya”

(HR Abu Nu’aym dalam al-hilyah dan selainnya dengan sanad yg shahiih)

Maka sebaik-baiknya upaya untuk menggugurkan dosa-dosa kita dan melembutkan hati kita.. adalah dengan menyempurnakan wudhu dan shalat kita…

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s