Tanda teresapnya iman dalam hati

Tanda seorang yg imannya teresap dalam hatinya:

(1) dia menjadikan imannya sebagai penyaring terhadap apa yang hendak masuk ke dalam hatinya…

(2) dia jadikan imannya sebagai pemfilter atas apa yang diperintahkan hatinya…

Sebaliknya, tanda seorang yang keimanan belum teresap dalam hatinya:

(1) Dibiarkannya hatinya terbuka lebar; tanpa mempedulikan apapun yg masuk kedalamnya

(2) Diekspresikannya apapun yang terlintas dalam hatinya, tanpa mempedulikan efek dari ekspresinya tersebut


Allah berfirman: قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ [[Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS al-Hujurat: 14)]]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى هَهُنَا [[taqwa itu disini, taqwa itu disini, taqwa itu disini]] sembari beliau mengisyaratkan pada dadanya…

Pupuk ketaqwaan dalam hati kita dengan ilmu… Karena ilmu-lah satu-satunya pintu yang membawa pada ketaqwaan… Rajin-rajinlah mendatangi majelis ilmu… Mendengar nasehat bermanfaat… Melihat (membaca) kitabullah, serta kitab-kitab para ulama… Disinilah kita menanamkan serta menguatkan keimanan dan ketaqwaan dalam hati kita…

Dan tanda adanya ketaqwaan, adalah baiknya lisan kita, serta baiknya perbuatan kita… Dalam menunaikan hak-hak Allah, maupun hak-hak sesama makhluk…

Adapun jika kita biarkan hati kita mendengar, melihat dan menyaksikan berbagai kemungkaran, seruan kesyirikan, kekufuran, kemaksiatan dan penyimpangan; maka keimanan itu tidak akan masuk kedalamnya, kalaupun tadinya pernah ada maka ia akan luntur dan rusak, yang dikhawatirkan lagi malah akan tercabut, hilang sama sekali dalam hati kita…

Dan tanda kurangnya atau bahkan tidak adanya keimanan dan ketaqwaan dalam hati, adalah apa yang diucapkan​ lisannya, dan diperbuat anggota badannya… Tercermin bagaimana ia menunaikan hak-hak Allah, dan hak-hak makhluk…

Oleh karenanya Rasuullaah shallalaahu ‘alayhi wa sallam bersabda: 

أَلاَ إِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً،

“…Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging

إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ

apabila ia (segumpal daging) tersebut baik, baiklah seluruh jasadnya

وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ

dan apabila ia (segumpal daging) tersebut rusak (buruk), maka rusaklah (buruklah) seluruh jasadnya.

أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati”

[HR al Bukhaariy]

Jika ada yang berkata: “iman itu di hati”, maka kita katakan: “benar, dan apa yang engkau ekspresikan dalam perkataan dan perbuatanmu itulah cerminan keimanan/ketaqwaan yg ada dalam hatimu”

Mari kita perbaiki HATI dan PERBUATAN kita… Semoga Allah menunjuki hati kita pada ketaqwaan, dan menjadikan ketaqwaan itu nampak dalam segala perkataan dan perbuatan kita… Aamiin…

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s