Fakta yang tidak terelakkan

Allah tetaplah Tuhan semesta alam, dan Dia tetap satu-satunya sesembahan yang benar… Meskipun banyak yang menghambakan diri pada selainNya… Meskipun banyak yang menyembah selainNya…

Kelak di hari kiamat, seluruh makhlukNya akan menghadapNya sebagai hambaNya…baik dahulunya enggan menghambakan diri padaNya; bahkan meskipun yang dahulunya mengaku sebagai tuhan. Dia berfirman: إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ عَبْدًا [[Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (Maryam: 93)]]

Dan kelak di hari kiamat, apa-apa yang disembah selain Allah tidak punya kekuasaan sedikitpun. Allah berfirman: حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ [[…hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: “Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?” Orang-orang musyrik itu menjawab: “Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (al-A’raaf: 37)]]

Bahkan apa-apa yang mereka sembah selain Allah itu akan menggiring mereka ke dalam neraka.
Sebagaimana sabda Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam: يَجْمَعُ اللَّهُ النَّاسَ فَيَقُولُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ شَيْئًا فَلْيَتَّبِعْهُ [[(kelak di hari kiamat) Allah akan mengumpulkan manusia lalu berfirman: ‘Siapa menyembah sesuatu maka hendaklah ia mengikutinya…‘]]

(Beliau melanjutkan) فَيَتَّبِعُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ الْقَمَرَ الْقَمَرَ وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ الشَّمْسَ الشَّمْسَ وَيَتَّبِعُ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ الطَّوَاغِيتَ الطَّوَاغِيتَ [[lalu mereka yang menyembah bulan mengikuti bulan, mereka yang menyembah matahari mengikuti matahari, mereka yang menyembah thagut-thaghut mengikuti thaghut-thaghut (tersebut).]]

Dalam riwayat lain: فَيَذْهَبُ أَصْحَابُ الصَّلِيبِ مَعَ صَلِيبِهِمْ وَأَصْحَابُ الْأَوْثَانِ مَعَ أَوْثَانِهِمْ وَأَصْحَابُ كُلِّ آلِهَةٍ مَعَ آلِهَتِهِمْ [[Maka penyembah Salib pergi bersama Salib mereka, dan penyembah patung pergi bersama Patung-patung mereka, dan setiap penyembah sesembahan-sesembahan pergi bersama sesembahan-sesembahan mereka]] (HR. al-Bukhaariy, Muslim dan selainnya; simak lebih lengkap haditsnya disini: http://wp.me/p1VfM2-Kk)

Maka sebelum datang hari itu, hendaknya kita menghambakan diri kepada Allah, dan menjadikannya satu-satunya sesembahan kita… Apabila kita wafat dalam keadaan seperti ini, maka kelak kita akan diakuiNya sebagai hambaNya…

Dia berfirman: يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ . ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً . فَادْخُلِي فِي عِبَادِي . وَادْخُلِي جَنَّتِي [[Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu, masuklah ke dalam surgaKu. (Al-Fajr: 27-30)]]

Maka semoga kita termasuk golongan yang hanya meridhai bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam, satu-satunya sesembahan yang Esa yang berhak disembah; dan semoga Dia mewafatkan kita dalam keadaan seperti ini, sehingga Dia pun membangkitkan kita dengan penuh keridhaan… Aamiin

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Tauhid Uluhiyyah, Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s